PWM Jatim Kirim 4 Relawan Tambahan ke NTT, Perkuat Respons Bencana di Ende

PWM Jatim

MAKLUMAT — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim mengirim empat relawan tambahan untuk membantu penyintas gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka berangkat melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Labuan Bajo, Kamis (20/8/2026).

Empat relawan tersebut membawa dua kendaraan operasional dan satu mobil dapur umum. Dari Labuan Bajo, tim akan melanjutkan perjalanan menuju posko daerah Manggarai Barat sebelum bergerak ke posko wilayah di Ende.

“Harapannya tentu untuk mewujudkan kontribusi Muhammadiyah yang meringankan beban para penyintas kebencanaan,” kata Rossi Hendrawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim.

Rossi menjelaskan, empat relawan tersebut bertugas memperkuat akomodasi dan manajemen logistik di posko. Sebelumnya, PWM Jatim telah mengirim sembilan personel yang terdiri dari tenaga medis dari RS Muhammadiyah Lamongan dan relawan untuk melakukan respons awal di lokasi bencana.

Tim tambahan ini menjadi bagian dari respons Jatim yang ditugaskan PP Muhammadiyah untuk masuk lebih awal ke wilayah terdampak. Setelah tiba di Labuan Bajo, mereka akan berkoordinasi dengan posko daerah di Manggarai Barat dan melanjutkan penguatan posko wilayah di Ende.

“Jatim itu ditugasi oleh PP Muhammadiyah menjadi tim pertama yang masuk di NTT. Karena dianggap paling dekat dan paling siap,” ujar Rossi.

Baca Juga  Bantuan Rp175 Juta Dikirim, LAZISMU Jatim Dukung Penanganan Gempa NTT

Ia mengatakan, respons awal tersebut direncanakan berlangsung selama 30 hari ke depan. Tim Jatim akan membantu pengelolaan posko selama masa tanggap darurat, sekaligus melakukan asistensi kepada relawan dan unsur lokal yang terlibat dalam penanganan bencana.

Menurut Rossi, pengiriman relawan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan selama masa tanggap darurat. Muhammadiyah juga ingin meningkatkan kapasitas masyarakat dan relawan lokal agar lebih siap menghadapi bencana berikutnya.

“Harapannya ke depan kita bisa meningkatkan kapasitas lokal yang ada di sana. Dengan kita mengirim tim asistensi tersebut, sehingga saat terjadi bencana lagi atau terjadi hal-hal yang mungkin tidak diinginkan, teman-teman yang ada di sana, di daerah itu, sudah siap,” jelasnya.

Misi Kemanusiaan Muhammadiyah

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi mengatakan pengiriman tim tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan Muhammadiyah. Ia menyebut PWM Jatim memiliki tanggung jawab untuk membantu respons kebencanaan di kawasan Indonesia Timur.

Tamhid menjelaskan, setelah pengiriman tim medis dan relawan sebelumnya, PWM Jatim kembali mengirim empat personel pada Kamis. Dua relawan tambahan juga dijadwalkan berangkat pada Jumat (21/8/2026).

“Harapannya agar dapat meringankan beban penyintas bencana yang ada di NTT, terutama di Manggarai, Flores. Tentu tindak lanjutnya adalah nanti akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Baca Juga  Gempa NTT Belum Reda, Terjadi 1.624 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 68 Orang

Tamhid menambahkan, Muhammadiyah akan mengirim tim secara bergiliran sesuai kebutuhan di wilayah terdampak. Tim pertama yang dikirim sebelumnya telah melakukan asesmen dan penanganan, termasuk pelayanan medis bagi penyintas.

“Karena Indonesia itu adalah negara yang rawan bencana. Ini akan kita kirim tim-tim kita. Insya Allah, nanti secara bergiliran kita akan kirim ke wilayah-wilayah yang memerlukan bantuan,” katanya.

 

Penulis: M Habib Muzaki