MAKLUMAT— Umat Islam perlu menyiapkan fisik dan mental saat Ramadan. Tahun ini, bulan suci diperkirakan berlangsung di tengah musim hujan yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan.
Board of Medical Excellence Halodoc, dr Irwan Heriyanto mengingatkan cuaca lembap, perubahan suhu ekstrem, serta meningkatnya risiko flu dan batuk dapat menurunkan daya tahan tubuh selama berpuasa.
“Supaya tidak mudah sakit, perkuat pertahanan tubuh. Penuhi kebutuhan vitamin C dan zinc untuk menjaga sistem imun,” ujar dr Irwan.
Ia mendorong masyarakat mulai membiasakan pola makan sehat sejak sekarang. Kurangi konsumsi makanan manis dan bersantan, serta perbanyak asupan serat dan protein agar tubuh lebih siap beradaptasi saat puasa.
Menurutnya, banyak orang masih keliru saat memilih menu sahur dan berbuka. Saat berbuka, seperti kebiasaan mengonsumsi kolak dan minuman manis berlebihan justru membebani metabolisme.
dr Irwan menyarankan umat Islam memulai buka puasa dengan air putih, kemudian tiga butir kurma, sebelum menyantap makanan utama setelah jeda singkat. Saat sahur, pilih makanan tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.
Selain asupan gizi, hidrasi memegang peran penting. Ia menganjurkan pola minum 2-4-2 untuk memenuhi kebutuhan cairan harian selama puasa.
Rinciannya, dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas di antara makan malam dan sebelum tidur, serta dua gelas saat sahur. Total minimal delapan gelas atau sekitar dua liter per hari.
“Hidrasi sangat penting. Kekurangan cairan bisa memicu maag, GERD, bahkan vertigo,” jelasnya.













