MAKLUMAT— Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendesak Presiden segera memimpin langkah mitigasi ekonomi nasional di tengah tekanan global yang kian menguat. Ia juga meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) segera menggelar rapat koordinasi untuk merespons gejolak pasar.
Said menilai sikap hati-hati sejumlah lembaga keuangan internasional seperti MSCI, Goldman Sachs, Moody’s, dan FTSE menjadi sinyal serius bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, pemerintah tidak bisa merespons situasi ini dengan pendekatan normatif.
“Tekanan dari luar sangat dahsyat. Pemerintah harus melakukan mitigasi, dan itu seharusnya dipimpin langsung oleh Presiden,” tegas Said, Kamis (12/2/2026).
Ia mengingatkan klaim fundamental ekonomi yang kuat dan proyeksi pertumbuhan 5,4–5,6 persen tidak cukup untuk menenangkan pasar. Pemerintah harus memperkuat tata kelola dan menjaga kepercayaan investor melalui langkah konkret dan terukur.
Menurutnya, koordinasi cepat dan respons terintegrasi menjadi kunci menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.












