31.3 C
Malang
Kamis, Juli 18, 2024
KilasSambut Muktamar di Palembang, Kader IMM di Jatim dan DIY Luncurkan Buku

Sambut Muktamar di Palembang, Kader IMM di Jatim dan DIY Luncurkan Buku

MUKTAMAR XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Palembang tinggal menghitung hari. Kader di Jawa Timur (Jatim) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyambutnya dengan menerbitkan buku untuk menjadi sumbangsih pemikiran.

Dari Jatim, buku diberi judul ”Gerakan Inklusif: Sumbangsih Pemikiran dalam Aktualisasi 7 Pilar Gerakan Inklusif Berkemajuan.” Buku itu karya dari para kader yang mengikuti Darul Arqom Paripurna (DAP) Jatim pada September tahun lalu.

Launching buku dilakukan secara daring yang menghadirkan Ketua DPP IMM Abdul Musawir Yahya, MoT DAP Jatim Syafrizal Izaqi, dan seluruh alumni DAP Jatim dari seluruh Indonesia di Rumah Kebangsaan pada Jumat, 23 Februari 2024.

”Buku ini lahir dari para kader muda Muhammadiyah yang berisi gagasan dari berbagai disiplin ilmu berbeda,” kata Ketua Angkatan Darul Arqom Paripurna (DAP) Jatim Firdaus Suudi di Surabaya.

dia berharap, lahirnya buku ini menjelang Muktamar XX IMM menjadi perwujudan gagasan kritis karena kecintaan anak muda terhadap Muhammadiyah dan bangsa.

“Kompilasi tulisan yang ditulis secara kritis ini harapannya akan menjadi referensi kritis dalam merespons hal-hal aktual terjadi saat ini dan menjadi amal intelektual yang bermakna bagi kemajuan ikatan, persyarikatan umat dan bangsa,” ujar Firdaus yang juga Ketua DPD IMM Jawa Timur.

Selanjutnya, Firdaus mengatakan buku ini juga menjadi kado jelang Muktamar XX IMM di Palembang.

Diharapkan muktamar ini akan menjadi muktamar yang bermartabat dan dilaksanakan dengan semangat intelektual yang berintegritas, sehingga bisa menjadi teladan bagi organisasi kemahasiswaan yang lain.

Muktamar XX IMM juga diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan yang baik, kepemimpinan yang ideal sesuai dengan visi dan misi masa depan, mulai dari transformasi organisasi, modernisasi perkaderan, kemandirian ekonomi, membangun basis sosial masyarakat hingga digitalisasi gerakan sehingga akan berdampak pada kualitas mahasiswa.

“Tentu harapannya yang memiliki visi dan misi IMM dengan program yang sesuai sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa yang tangkas kepemimpinan juga maju dalam gerakan,” kata Firdaus.

Sementara itu, dari Jogja, IMM DIY juga menerbitkan buku berjudul ”Dialektika Keadaban: Menyongsong Satu Abad IMM.” Buku itu hadir sebagai manifestasi dari kontribusi pemikiran kader IMM untuk memperkaya hal ihwal wacana dan diskusi selama penyelenggaraan Muktamar.

Dalam buku ini melalui pelbagai artikel dan kajian, para penulis mencoba memberikan tawaran mengenai perspektif baru tentang keadaban di era modern dan peran IMM kini maupun di masa yang akan mendatang. Bersamaan dengan itu, buku ini dikonstruksi secara tematis dan terbagi dalam tiga aspek cakupan utama, yaitu kebangsaan, keumatan, dan Persyarikatan.

Pada aspek kebangsaan, para penulis mengajak pembaca untuk merefleksikan makna nasionalisme dalam konteks globalisasi. Mereka menawarkan gagasan membangun nasionalisme yang inklusif dan toleran, menanggapi tantangan disintegrasi dan radikalisme yang kian merebak.

Kemudian, di aspek keumatan, buku ini berupaya untuk membedah dan membahas sedemikian rupa terkait relasi agama dan demokrasi, serta peran IMM dalam mewujudkan masyarakat madani. Di tengah polarisasi dan intoleransi, “Dialektika Keadaban” menawarkan solusi untuk membangun masyarakat yang religius dan demokratis.

Dan, pada aspek Persyarikatan, para penulis turut mengulas peran IMM dalam Muhammadiyah. Mereka menawarkan gagasan bagaimana IMM dapat menjadi gerakan mahasiswa yang berintegritas, kritis, dan transformatif, mampu menjawab tantangan zaman dan membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.

Ketua DPD IMM DIY, Muhammad Taufiq Firdaus, menyatakan harapannya bahwa “Dialektika Keadaban” dapat menjadi pemantik diskusi yang produktif. “Buku ini diharapkan dapat mendorong kader IMM untuk berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara, Ketua Bidang riset dan Pengembangan Keilmuan DPD IMM DIY sekaligus editor buku, Reza Fauzi Nur Taufiq, menambahkan, “Kami percaya bahwa pemikiran yang tertuang dalam buku ini dapat menjadi bekal bagi kader IMM untuk berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” tuturnya.

Peluncuran buku diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata DPD IMM DIY untuk kelancaran dan keberhasilan Muktamar XX. Lebih jauh, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi para kader IMM di seluruh Indonesia, bahkan masyarakat luas. (*)

Editor: Mohammad Ilham

 

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer