Strategi Jember Jadi Gerbang Wisata di Tapal Kuda, Tawarkan Transportasi Gratis bagi Rombongan

MAKLUMAT – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata strategis di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Wilayah yang membentang dari lereng Gunung Argopuro hingga pesisir selatan itu kini diproyeksikan sebagai titik penghubung (hub) bagi wisatawan yang menjelajahi wilayah timur provinsi.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, letak geografis Jember memberikan keuntungan tersendiri dalam pengembangan sektor pariwisata.

“Posisi Jember sangat strategis di wilayah Tapal Kuda. Kami didukung kekayaan alam yang beragam, mulai dari situs megalitikum di wilayah utara, aliran sungai besar, hingga wisata religi dan edukasi,” ujar Bobby, Rabu (18/3/2026).

Menurut dia, wisatawan yang hendak menuju sejumlah destinasi populer di Jawa Timur bagian timur dapat menjadikan Jember sebagai titik keberangkatan. Misalnya ke Kawah Ijen atau Gunung Semeru.

Upaya memperkuat akses juga dilakukan melalui jalur udara. Saat ini penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Jember dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Sementara itu, rute dari Denpasar ke Jember hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam.

Pemerintah daerah juga meluncurkan program fasilitas transportasi gratis untuk menarik kunjungan wisatawan. Program tersebut menyasar rombongan minimal 10 orang yang datang melalui jalur udara.

Baca Juga  "Bunga Desaku” Permudah Layanan di Jember, Pendekatan Jemput Bola Pemkab Diapresiasi

“Kami menyediakan kendaraan gratis selama berada di Jember, mulai dari penjemputan di bandara, pengantaran ke hotel, hingga mobilitas menuju destinasi wisata,” kata Bobby.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk perjalanan ke destinasi di sekitar Jember, termasuk kawasan Ijen dan Semeru.

Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau masyarakat maupun agen perjalanan yang berminat memanfaatkan program tersebut untuk melakukan koordinasi lebih lanjut melalui kanal resmi pemerintah daerah. “Koordinasi teknis dapat dilakukan melalui media sosial resmi agar pelayanan bisa disiapkan dengan baik,” ujar Bobby. (SPT)