Surabaya Vaganza Masuk KEN 2026, Eri Cahyadi Sebut Okupansi Hotel dan UMKM Ikut Naik

Ribuan warga menyaksikan Surabaya Vaganza yang masuk KEN 2026

MAKLUMAT – Surabaya Vaganza resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Parade tahunan bertajuk Festival of Lights: Garden of Hope 2026 itu kini menjadi salah satu agenda pariwisata unggulan nasional.

Masuknya parade budaya tersebut ke kalender nasional disambut antusias Pemerintah Kota Surabaya. Eri Cahyadi menyebut pencapaian itu menjadi kado istimewa dalam perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

“Ini menjadi kado HJKS yang luar biasa, karena apa? Di Surabaya Vaganza semua komunitas ikut dan okupansi hotel naik, UMKM juga naik bergerak luar biasa,” ujar Eri di sela kegiatan, Sabtu (16/5/2026) malam.

Terpilih dalam Program Event Nasional Kemenpar

Karisma Event Nusantara merupakan program strategis Kementerian Pariwisata RI yang merangkum dan mempromosikan agenda unggulan daerah untuk memperkuat sektor wisata sekaligus mendorong ekonomi kreatif nasional.

Pada 2026, sebanyak 125 agenda dari 38 provinsi terpilih masuk kalender resmi KEN. Salah satunya adalah Surabaya Vaganza 2026 yang digelar pada 16 Mei 2026.

Beberapa agenda yang masuk daftar unggulan nasional antara lain Festival Nasional Reog Ponorogo, Jember Fashion Carnaval, Pesta Kesenian Bali, Cap Go Meh Singkawang, hingga Aceh Culinary Festival.

Baca Juga  PKB Resmi Dukung Eri-Armuji dalam Pilwali Surabaya 2024

Setiap kegiatan yang lolos ke dalam KEN harus melalui proses kurasi ketat berdasarkan aspek inovasi, pemasaran, tata kelola acara, manajemen keuangan, serta dampaknya terhadap UMKM dan kunjungan wisata.

Tampil Berbeda dengan Konsep Wisata Malam

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, parade tahun ini digelar malam hari dengan konsep penuh cahaya dan dekorasi artistik.

Mobil hias bunga, kostum bercahaya, hingga pertunjukan light show sukses menyedot perhatian ribuan warga yang memadati jalur parade sejak sore hari.

Rute acara dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan, melintasi Jalan Tembaan, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo hingga berakhir di Monumen Bambu Runcing dengan total lintasan sekitar 3,1 kilometer.

“Surabaya Vaganza di malam hari ini menunjukkan indahnya suasana Kota Surabaya, indahnya rasa kekeluargaan di Kota Surabaya yang ditunjukkan oleh warga Kota Surabaya,” kata Eri.

Menurutnya, konsep malam dipilih untuk menghadirkan pengalaman wisata baru sekaligus memperkuat daya tarik wisata malam di Kota Pahlawan.

“Makane bengi-bengi iki rek festival nggawe lampu. Ini menunjukkan bedanya dengan yang dulu-dulu,” ujarnya.

Wisatawan Meningkat, Hotel dan UMKM Ikut Bergerak

Eri mengungkapkan antusiasme masyarakat tahun ini meningkat tajam. Tidak hanya warga Surabaya, wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara juga turut hadir menyaksikan parade.

Baca Juga  Sentralisasi Keuangan, M Arif An: Agar Tidak Ada Majelis Air Mata dan Majelis Mata Air

“Di luar ekspektasi kami, karena tadi saya lihat ada yang dari mancanegara, ada yang dari Jember, Probolinggo, Semarang, dan ada yang dari luar Jawa,” katanya.

Selama rangkaian agenda budaya berlangsung, kunjungan wisata ke Surabaya meningkat sekitar 12,5 persen. Tingkat okupansi hotel juga mengalami kenaikan sekitar 4 persen.

“Kalau pariwisata jalan, berarti ekonomi ya jalan, hotel banyak tamu dan UMKM bergerak,” tuturnya.

Selain parade bunga malam tersebut, Festival Rujak Uleg juga masuk kalender KEN tahun ini. “Vaganza dan Rujak Uleg kemarin masuk KEN, ekonomi kita bergerak, naik semua,” ujar Eri.

Diikuti 35 Peserta dari Berbagai Komunitas

Parade tahun ini diikuti 35 peserta dari berbagai instansi, komunitas, perguruan tinggi, BUMD hingga perusahaan swasta.

Beberapa di antaranya adalah Universitas Airlangga, TNI Angkatan Laut, PDTS Kebun Binatang Surabaya, Bank Jatim, Kapal Api, Gojek, Pelindo III Surabaya, hingga Komunitas Egrang Surabaya.

Sepanjang perjalanan, pusat Kota Surabaya berubah menjadi panggung wisata malam yang dipenuhi gemerlap cahaya, dekorasi artistik, dan penampilan atraktif peserta parade.

Sementara itu, Reza Fahlevi mengapresiasi konsistensi Pemkot Surabaya dalam menghadirkan kegiatan berkualitas yang mampu memperkuat sektor wisata dan ekonomi kreatif daerah.

Baca Juga  Eri-Armuji Unggul Telak, Pemuda Muhammadiyah Surabaya Beberkan Rahasia

“Ini merupakan suatu bentuk komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memajukan sektor pariwisata dengan menyelenggarakan event-event yang berkualitas,” ujar Reza.

Menurutnya, keberhasilan agenda tersebut masuk kalender nasional membuktikan kualitas penyelenggaraan yang dinilai layak menjadi salah satu kegiatan unggulan Indonesia.

“Ini merupakan suatu bukti bahwa event ini telah terkurasi dari event-event terbaik yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Eri berharap ke depan semakin banyak agenda budaya dan wisata Surabaya yang masuk dalam kalender nasional.

“Semoga ini jadi berkah, jadi majunya Surabaya, jadi terkenalnya Surabaya tapi tidak melupakan event Kota Surabaya yang luar biasa,” pungkasnya.***