MAKLUMAT – Persepsi publik Jerman terhadap Amerika Serikat (AS) berubah drastis. Survei terbaru Institut Allensbach menunjukkan 65 persen warga Jerman kini menganggap AS sebagai ancaman bagi perdamaian dunia.
Angka ini melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya dan menjadi sinyal serius bagi hubungan transatlantik yang selama ini menjadi fondasi keamanan Eropa.
Efek Trump 2.0
Lonjakan persepsi negatif ini terjadi setelah Donald Trump kembali menjabat Presiden AS pada Januari 2025. Data menunjukkan perubahan sikap publik Jerman berlangsung cepat dalam dua tahun terakhir.
Pada 2024, hanya 24 persen warga Jerman yang menilai AS sebagai ancaman. Angka itu naik menjadi 46 persen pada 2025, lalu melonjak ke 65 persen pada awal 2026.
Retorika politik Washington yang dinilai keras, konfrontatif, dan sulit diprediksi memperkuat kekhawatiran publik Jerman terhadap arah kebijakan luar negeri AS.
Kepercayaan pada NATO Melemah
Survei juga mengungkap krisis kepercayaan terhadap komitmen pertahanan Amerika di NATO. Hanya 32 persen responden yang yakin AS akan membantu secara militer jika Eropa diserang.
Sebanyak 35 persen menyatakan tidak percaya pada komitmen militer AS, sementara 33 persen lainnya masih ragu. Temuan ini mengguncang fondasi solidaritas NATO yang selama puluhan tahun menjadi tameng utama keamanan Eropa Barat.
Rusia Tetap Ancaman Utama
Meski persepsi negatif terhadap AS meningkat, Rusia tetap dianggap sebagai ancaman terbesar. Sebanyak 81 persen responden menempatkan Moskow di posisi teratas sebagai sumber bahaya keamanan.
China menyusul di posisi ketiga dengan 46 persen responden yang memandang Beijing sebagai ancaman terhadap stabilitas global.
Survei representatif ini melibatkan 1.100 responden dengan periode wawancara 6–19 Januari 2026. Hasil tersebut menegaskan satu hal, yakni di tengah ketegangan geopolitik global, warga Jerman mulai menjaga jarak—bukan hanya dari Timur, tetapi juga dari sekutu lama mereka di Barat.













