Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Dukung Penuh Pembangunan Infrastruktur dan Saran Pendidikan

MAKLUMAT – Bidang pendidikan menjadi salah satu concern Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni. Sebab itu, dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat, ia menegaskan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur dan sarana pendidikan di wilayah Bojonegoro – Tuban.

Sedikitnya ada 4 aspirasi terkait hal tersebut yang diterima saat reses. Diantaranya di SMA 1 Drajat Kepohbaru butuh pembangunan aula, SMAN 1 Malo butuh pagar dan lapangan multifungsi, MIM 17 Kedungadem butuh aula serta melanjutkan gedung bagian atas dan pagar. Juga di MI Darul Ulum Kabunan, memerlukan 4 ruang kelas baru, peralatan pertanian, dan jalan usaha tani (JUT)

“Kami akan mengupayakan untuk merealisasikan mereka baik lewat program Pemprov Jatim ataupun lewat Pokirnya DPRD Jatim,” tegas Sri Wahyuni, Selasa (10/2/2026).

Sri Wahyuni memaparkan, berbagai persoalan yang kerap muncul di masyarakat meliputi infrastruktur publik, pendidikan, lembaga pendidikan keagamaan, pertanian, kesehatan, hingga lingkungan hidup. Seluruhnya menjadi fokus perhatian agar dapat dijadikan prioritas pemerintah, khususnya Pemprov Jatim.

“Persoalan-persoalan yang telah kita tampung itu agar bisa menjadi perhatian dan prioritas pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur, khususnya Dapil Bojonegoro–Tuban,” sambung perempuan kelahiran Bojonegoro ini.

Baca Juga  Pemprov Jatim Diminta Bentuk Badan Khusus Tangani Aset Bernilai Ekonomi Tinggi

Ke depan, Sri Wahyuni menegaskan akan terus mengawal aspirasi masyarakat Bojonegoro–Tuban. Terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan, termasuk peningkatan mutu guru dan fasilitas sekolah.

“Harapan saya, Dapil Bojonegoro–Tuban bisa menjadi daerah yang maju dan terus bertumbuh di Jawa Timur. Dengan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.

Sri Wahyuni menambahkan, selama menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dirinya berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Meski begitu, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Masih banyak yang belum terealisasi, terutama Pokir tahun anggaran 2025. Semoga di tahun 2026 ini Pokir pertama bisa terealisasi,” pungkas Sri Wahyuni.