Warga Bojonegoro Curhat 3 Hal Penting kepada Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni

MAKLUMAT – Warga Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan 3 hal penting kepada Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni saat kegiatan serap aspirasi masyarakat, Ahad (8/2/2026) kemarin.

Tiga hal penting yang menjadi curahan hati warga tersebut meliputi penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kesejahteraan guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ), serta pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat melalui bantuan bibit sayur-mayur.

Reses yang digelar Sri Wahyuni itu menjadi ruang dialog langsung antara warga dan wakil rakyat untuk menyampaikan kebutuhan riil yang dirasakan masyarakat di tingkat desa.

Sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan langsung aspirasi mereka, terutama terkait minimnya dukungan sarana pendidikan keagamaan, belum optimalnya perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji, serta kebutuhan bantuan ekonomi berbasis rumah tangga.

Warga berharap adanya program konkret untuk pengembangan pendidikan Islami, termasuk bantuan seragam, alat tulis, dan sarana pendukung belajar bagi anak-anak agar lebih bersemangat menimba ilmu agama. Selain itu, mereka juga meminta adanya insentif bagi guru TPQ yang selama ini berperan besar dalam pembinaan akhlak generasi muda.

Tak hanya itu, warga juga mengusulkan bantuan instruktur senam untuk mendukung kesehatan masyarakat serta bantuan bibit sayur-mayur guna menunjang kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga.

Baca Juga  Anggota DPRD Jatim Minta Khofifah-Emil Atasi Masalah Pengangguran di Madura, Dorong Pemuda Jadi Entrepreneur

Menanggapi curhatan warga tersebut, Sri Wahyuni menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang dialog untuk mengetahui kebutuhan nyata masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Sri Wahyuni.

Ia menekankan, penguatan pendidikan keagamaan menjadi perhatian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, dukungan terhadap TPQ harus bersifat berkelanjutan dan benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.

“Untuk pendidikan Islami, kami dorong bantuan sarana-prasarana TPQ, alat belajar, serta pembinaan keagamaan yang berkesinambungan, bukan hanya kegiatan seremonial,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Terkait kesejahteraan guru TPQ, Sri Wahyuni mengakui peran vital para guru ngaji dalam membangun fondasi moral anak-anak. Ia berkomitmen mencatat aspirasi tersebut untuk diperjuangkan melalui kebijakan dan penganggaran sesuai regulasi yang berlaku.

“Guru TPQ adalah pilar pendidikan karakter. Aspirasi terkait insentif ini akan kami perjuangkan agar ke depan mendapat perhatian lebih,” tegasnya.

Sementara itu, usulan bantuan instruktur senam dan bibit sayur-mayur dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sri Wahyuni menyatakan akan mendorong program pemberdayaan masyarakat yang mendukung kesehatan dan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Baca Juga  Titik Banjir Baru Bermunculan, Multazam DPRD Jatim Desak Pemprov Perbaiki Infrastruktur Sungai

Selain dialog, kegiatan juga diisi dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Reses ditutup dengan doa bersama dan harapan agar tiga aspirasi utama warga Bojonegoro tersebut dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh DPRD Jawa Timur.