Kedubes Iran di Jakarta Ungkap Pemicu Kerusuhan Mematikan yang Tewaskan 2.000 Orang

MAKLUMAT – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengungkap akar kerusuhan besar yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025, dan menewaskan sekitar 2.000 orang. Pemerintah Iran menilai kerusuhan bermula dari demonstrasi ekonomi yang kemudian disusupi kelompok kekerasan terorganisir.

Kedubes Iran menyebut aksi unjuk rasa pertama terjadi pada 28 Desember 2025, dipicu fluktuasi nilai tukar rial Iran yang menekan dunia usaha dan daya beli masyarakat. Demonstrasi awal digelar oleh serikat pekerja, pengusaha, dan pedagang di Teheran yang menuntut stabilitas ekonomi.

Pada tahap awal, aksi berlangsung damai dan terkendali. Namun situasi berubah ketika kelompok tertentu memanfaatkan protes ekonomi untuk menciptakan kekacauan dan kekerasan.

Menurut pemerintah Iran, elemen tersebut berafiliasi dengan gerakan yang diduga disetir dari luar negeri. Kelompok ini dituding melakukan perusakan fasilitas publik, menyerang aparat keamanan, serta menggunakan bahan pembakar dan senjata api.

“Unjuk rasa damai telah disalahgunakan secara sengaja oleh sejumlah kecil elemen kekerasan yang berafiliasi dengan gerakan yang disetir dari luar,” ujar Kedubes Iran dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Pemerintah Iran juga menyoroti peran Amerika Serikat dan Israel yang dinilai memperkeruh situasi. Pernyataan dan sikap politik pejabat kedua negara tersebut disebut mendorong eskalasi kekerasan dan destabilisasi sosial di Iran.

Baca Juga  Demo Berdarah Iran, Pemerintah RI Siapkan Skenario Evakuasi WNI

Kedubes Iran menegaskan segala bentuk dukungan, fasilitasi, maupun hasutan terhadap aksi kekerasan di wilayah negara berdaulat merupakan pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap integritas nasional.

Meski demikian, Iran menegaskan tetap menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Pemerintah juga mengklaim telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi sebagai respons atas tuntutan masyarakat.

Namun Iran memastikan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap kelompok yang memicu kerusuhan, dan mengancam keamanan publik.