Relawan Psikososial KawanMu Dampingi Kegiatan TPM untuk Anak-anak Penyintas Bencana, Bangun Kembali Kepercayaan Diri dan Keceriaan

Relawan KawanMu melakukan kegiatan TPM bagi anak-anak penyintas bencana. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Tim Korps Relawan Sosial Muhammadiyah (KawanMu) langsung melakukan pendampingan dalam kegiatan TPM (Taman Padi Melati) di Desa Batu Hula Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, di Masjid Taqwa Muhammadiyah, sejak tiba pada 13 Januari 2026. Sebelumnya, mereka telah diberangkatkan pada 12 Januari 2026

Sebanyak 12 anak diajarkan mengaji, di mana program TPM memang ditujukan sebagai ruang belajar anak-anak penyintas, serta sebagai upaya pemulihan psikososial dan penguatan mental pascabencana yang melanda.

“Begitu masuk di Tapanuli Selatan kemarin Selasa 13 Januari 2026, kami bersama 10 Relawan KawanMu melakukan Kegiatan TPM di Desa Batu Hula yang ditempatkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah,” ujar, Fitria Emazola, yang merupakan Tim Asistensi KawanMu sekaligus Wakil Ketua Nasional KawanMu.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman dan ramah anak, di mana anak-anak dapat kembali bermain, belajar, dan mengekspresikan perasaan mereka melalui berbagai aktivitas edukatif dan kreatif. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan agar anak-anak penyintas tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan perhatian serta dukungan yang memadai,” sambungnya.

Fitria Emazola dan Fathur Rachman tergabung sebagai tim asistensi, bersama 10 relawan psikososial yaitu Dio Saputra, Fernando Torres dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hanania Rahima Putrina K dan Robiahtul Adwiyah Hasibuan dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Firdaus Ali Husein dari Universitas Padjadjaran, serta Marlinda, Afandra Rijalul Fikro, dan M Haidar Umar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Baca Juga  Ajaran Islam dan Peran Tarjih dalam Memperkuat Pemahaman Keagamaan

“Insya Allah kami akan hadir di Tapanuli Selatan ini sampai 30 hari ke depan, Tim KawanMu hadir secara aktif mendampingi setiap rangkaian kegiatan, mulai dari permainan edukatif, aktivitas seni, hingga sesi interaksi yang mendorong anak-anak untuk kembali membangun rasa percaya diri dan keceriaan,” timpal Dio Saputra.

“Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berpusat pada kebutuhan anak, sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan penuh semangat,” imbuhnya.

Melalui pendampingan TPM, KawanMu menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, khususnya anak-anak penyintas, dalam proses pemulihan yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membantu anak-anak kembali tumbuh dan berkembang secara sehat, baik secara fisik maupun mental.