Disbudporapar Surabaya Fokus Kembangkan Destinasi Wisata pada 2026

MAKLUMAT — Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga tren positif sektor destinasi wisata pada 2026. Ada sejumlah program yang tengah masuk rancangan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.

Setelah mencatat lebih dari 25,4 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025, Disbudporapar Surabaya fokus pada penguatan kualitas destinasi, event berkelanjutan, dan promosi digital.

“Ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih sangat kuat. Karena itu, pada 2026 kami akan fokus memperkuat destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisata,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, Rabu (21/1/2026).

Kuatkan Konsep Kearifan Lokal

Ia menyebut dari total kunjungan wisatawan pada 2025, sekitar 87,8 persen berasal dari wisatawan nusantara, sekaligus tulang punggung utama pariwisata Surabaya.

Sejumlah destinasi unggulan seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, dan Kota Lama Surabaya tetap menjadi andalan. Ke depan, destinasi-destinasi tersebut akan diperkaya dengan program edukatif, event tematik, serta penguatan narasi sejarah untuk menarik kunjungan berulang.

Selain pengembangan destinasi, Disbudporapar juga menyiapkan agenda event yang lebih terintegrasi. Event besar seperti Surabaya Vaganza, Festival Rujak Uleg, hingga konser berskala nasional dan internasional akan dikemas dalam kalender pariwisata yang lebih terstruktur.

Baca Juga  Surabaya Darurat Lahan Makam

“Event tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan promosi destinasi wisata Surabaya,” jelas Herry.

Pentingnya Peran Stakeholder

Pada 2026, kolaborasi lintas sektor juga akan diperluas. Disbudporapar berencana melanjutkan program bundling event dan city tour bersama hotel, pelaku usaha, dan pengelola destinasi.

Program Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) tetap dipertahankan untuk mendorong wisata belanja, dengan melibatkan pelaku UMKM, hotel, restoran, hingga online travel agent.

Pemanfaatan media digital menjadi perhatian khusus. Promosi melalui media sosial, kerja sama dengan influencer, serta familiarization trip bagi pelaku industri pariwisata nasional dan internasional akan terus diperkuat. Disbudporapar juga membuka peluang lebih besar bagi masuknya kapal pesiar sebagai bagian dari pengembangan wisata maritim.

Efek Domino Ekonomi Kota

“Kami ingin memastikan Surabaya tetap relevan dan kompetitif sebagai kota tujuan wisata. Kuncinya ada pada kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital,” tegas Herry.

Dengan strategi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya optimistis sektor destinasi wisata akan terus tumbuh dan memberi dampak positif bagi perekonomian kota, sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota wisata yang aktif, kolaboratif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga  Pembahasan Raperda Penyesuaian Tarif KBS Alot, Pansus Bakal Undang Pakar