MAKLUMAT — Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengukuhkan peran sebagai salah satu sentra produksi beras nasional melalui panen raya padi di kawasan transmigrasi Telang. Produksi gabah yang menembus 1,2 juta ton pada 2025 mengantarkan daerah ini meraih Satyalancana Wirakarya Pembangunan Pertanian 2026 dari Presiden Prabowo Subianto.
“Saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Banyuasin yang telah meraih Satyalancana Wirakarya Pembangunan Pertanian Tahun 2026 yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kamis (22/1/2026).
Pada 2025, Banyuasin mencatat produksi gabah kering panen sebesar 1,2 juta ton dari lahan seluas 189.000 hektare. Sekitar 70 persen lahan tersebut berada di kawasan transmigrasi. Di Kecamatan Muara Telang terdapat sawah seluas 22.000 hingga 26.000 hektare, sementara di Desa Telang Rejo mencapai sekitar 1.600 hektare. Petani setempat mampu melakukan panen dua hingga tiga kali dalam setahun dengan produktivitas rata-rata 7–8 ton per hektare.
Viva Yoga menyebut capaian Banyuasin mencerminkan perubahan besar dalam pembangunan pertanian daerah. Kekompakan pemerintah daerah dan aparat berperan dalam mendorong Banyuasin menjadi salah satu produsen utama beras nasional. “Dengan kerja keras, konsolidasi, dan kekompakan pemerintah daerah, Banyuasin mampu menjadi produsen beras dan lumbung pangan nasional,” katanya.
Viva Yoga mengatakan, kawasan Telang adalah contoh bukti bahwa wilayah transmigrasi mampu berkembang menjadi pusat produksi pangan.“Di Telang saya yakin ada perubahan pendapatan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Salah satu warga, Sukarman, generasi kedua transmigran di Telang, menceritakan keluarganya datang ke wilayah itu pada 1979 bersama 79 kepala keluarga lainnya. Orang tuanya yang berasal dari Blitar, Jawa Timur, menerima lahan seluas dua hektare dan mengolahnya hingga kehidupan keluarga membaik.
“Alhamdulillah hidup saya sekarang sejahtera. Banyak transmigran juga membuka usaha lain,” kata Sukarman.
Ia menuturkan anak-anaknya menempuh pendidikan dan mengabdi di berbagai daerah, mulai dari Yogyakarta hingga Banyuwangi. Menurutnya, perubahan kondisi keluarga tidak terlepas dari keuletan para transmigran dalam mengelola lahan.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri Transmigrasi juga menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pengembangan kelembagaan koperasi desa produsen di kawasan transmigrasi Telang.














