Adu Gagasan IMM UINSA dan IMM UNESA: Lima Langkah Vs Satu Langkah

Adu Gagasan IMM UINSA dan IMM UNESA Lima Langkah Vs Satu Langkah

MAKLUMAT — Musyawarah Cabang (Musycab) XXXVI PC IMM Kota Surabaya sedang berlangsung di SD Muhammadiyah 4 Surabaya pada Sabtu-Ahad (24-25/1/2026). Kedua kubu pengusung calon ketua umum mengeluarkan gagasan yang ditulis dengan sistematis.

Ketua PC IMM Kota Surabaya, Erfanda Andi Mada Arectya sangat mengapresiasi kader-kader yang berkomitmen melestarikan tradisi menulis gagasan dalam momen kontestasi. Menurutnya, gagasan yang tertulis adalah wujud bahwa kader sedang bertanggung jawab dengan pemikirannya.

Pada momen Musycab ini, ada dua calon ketua umum yang diusung dua kubu berbeda. Masing-masing diusung oleh IMM UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan IMM Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

“Calon ketua umum dengan nomor urut 01 adalah Ghifari Isthofani yang diusung oleh IMM UINSA. Sementara itu calon ketua umum dengan nomor urut 02 adalah Muhammad Alwi Shihab yang diusung IMM UNESA,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Ahad (25/1/2026).

Kedua IMM di ranah kampus tersebut bukan hanya beradu strategi dalam kontestasi, namun juga beradu gagasan yang dinarasikan secara tertulis untuk kemudian dipresentasikan dalam sidang pleno

IMM UINSA menerbitkan naskah akademik bertajuk Lima Langkah. Sementara itu IMM UNESA menerbitkan risalah pemikiran bertajuk Satu Langkah Bergerak Bersama. Adapun IMM dari kampus lainnya juga unjuk gagasan masing-masing di momen Musycab ini.

Baca Juga  Cahyo Harjo Prakoso Dorong Kader IMM Surabaya Jadi Aktor Intelektual Pembangunan Bangsa

Pentingnya Gagasan dalam Kontestasi

Erfanda menekankan bahwa pada setiap momen kontestasi, sangat ditekankan proses yang demokratis. Adapun wujud dari demokrasi, menurutnya adalah adanya gagasan yang dapat argumentasinya dapat diuji bersama.

Ia juga menilai bahwa isi gagasan yang tertulis dari kedua kubu, penuh dengan spirit untuk memajukan IMM Kota Surabaya. Menurutnya, hal semacam ini penting, terutama dalam aktualisasi akademisi Islam, sekaligus memajukan IMM maupun Persyarikatan itu sendiri.

“Kedua kubu dan tentu seluruh kader IMM se-Surabaya, telah menjadikan momen pemilihan ini menjadi lebih baik dengan adanya naskah akademik maupun risalah pemikiran,” jelasnya.

Wasathiyah IMM Surabaya

Erfanda menjelaskan bahwa gagasan dari masing-masing pihak adalah sama bagusnya. Soal mana yang lebih kuat secara argumentasi, menurutnya dapat diuji langsung oleh kader-kader IMM sendiri. Ia juga menegaskan bahwa meski keduanya tampak sedang beradu gagasan, sejatinya IMM Surabaya tetap satu.

Sebab pasca dinamika adu gagasan, semua elemen IMM Kota Surabaya akan melebur menjadi satu kesatuan. Dalam konteks ini, setelah semua kubu beradu gagasan, maka gagasan-gagasan tersebut akan saling melengkapi dan memperkaya arah organisasi.

“Oleh karenanya, tema Musycab kali ini adalah Wasathiyah IMM Surabaya, dengan filosofi pentingnya jalan tengah dalam setiap keputusan secara kolektif, agar semua pihak seimbang dan keputusan bisa diterima dan dijalankan dengan kesadaran,” tandasnya.

Baca Juga  Ketua Pemuda Muhammadiyah Tandes Ajak Generasi Muda Lebih Kritis Maknai G30S/PKI

Lima Langkah Vs Satu Langkah

Naskah akademik yang bertajuk Lima Langkah yang ditulis oleh IMM UINSA membicarakan lima masalah utama yang dihadapi PC IMM Kota Surabaya beserta solusi yang ditawarkan. Adapun kelima isu yang diangkat adalah identitas organisasi, fungsi organisasi, manajemen dan administrasi, penyikapan isu, serta digitalisasi.

Sedangkan risalah pemikiran bertajuk Satu Langkah Bergerak Bersama yang ditulis oleh IMM UNESA terdiri dari lima bab yang disusun secara sistematis untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang kondisi dan strategi berbasis data bagi IMM Kota Surabaya ke depannya.

Penjelasan lebih lengkap akan naskah akademik bertajuk Lima Langkah dapat diunduh di sini. Sedangkan risalah pemikiran bertajuk Satu Langkah Bergerak Bersama dapat diunduh di sini.