Kasus Kebakaran di Surabaya Meningkat, DPKP Soroti Charging Kendaraan Listrik

MAKLUMAT – Berdasar data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pemkot Surabaya, jumlah kejadian kebakaran pada bulan Agustus 2026 menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Agustus 2025, tercatat ada 31 kejadian kebakaran, sedangkan pada Agustus 2026 meningkat menjadi 55 kejadian kedaruratan, yang didominasi oleh kebakaran alang-alang di sekitar kawasan perumahan dan lahan terbuka.

Secara akumulatif, total kejadian kedaruratan sepanjang tahun 2025 mencapai 271 kasus. Sementara pada tahun 2026, hingga pertengahan September saja, angka kedaruratan telah menyentuh 232 kasus.

Memasuki bulan September, kasus kebakaran alang-alang bahkan terjadi hampir setiap hari dengan catatan sedikitnya 21 kejadian, terutama di tanah-tanah milik pengembang yang belum dibangun.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menerangkan sebagian besar peristiwa bencana ini justru bermula dari kelalaian kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Banyak kebakaran yang dipicu hal sepele. Mulai dari lupa mematikan kompor saat memasak, korsleting listrik akibat kabel tua atau steker bertumpuk, membuang puntung rokok sembarangan, hingga penggunaan obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat kursi busa,” jelas Laksita Rini dalam siaran pers, Kamis (17/9/2026).

Selain itu, DPKP juga menyoroti maraknya penggunaan kendaraan listrik dan pengisian daya (charger) gadget yang kurang aman. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga untuk tidak melakukan pengisian daya motor atau sepeda listrik di dalam rumah.

Baca Juga  Dosen UM Surabaya Dukung Penertiban Jukir Liar, Bila Ganggu Hak Konsumen

“Proses pengisian daya minimal dilakukan di teras untuk meminimalkan risiko jika terjadi korsleting,” imbuhnya.

Laksita Rini juga meminta, masyarakat untuk tidak membiasakan meninggalkan kabel charger yang masih terhubung ke stopkontak tanpa pengawasan, karena hal tersebut kerap memicu kepulan asap dan kobaran api besar.

“Jika terjadi kebocoran atau letupan tabung LPG, kami meminta warga tidak panik dan segera menutup tabung menggunakan kain atau lap basah,” terangnya.

Meski angka kedaruratan terbilang tinggi, Laksita Rini mengapresiasi tingginya partisipasi dan kesadaran warga Surabaya saat ini. Melalui edukasi dan sosialisasi yang dilakukan pada program Kampung Pancasila, masyarakat kini lebih sigap melakukan pencegahan awal serta cepat melapor.

“Alhamdulillah, warga Surabaya sekarang sudah sangat tanggap. Jika ada pembakaran sampah atau api kecil, mereka langsung melapor ke Command Center 112 sehingga petugas bisa bertindak cepat dalam kurun waktu tiga menit pertama sebelum api merambat luas,” tambahnya.

DPKP mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala, mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan saat keluar rumah, serta menjauhkan sumber api dari jangkauan anak-anak untuk menjaga Kota Surabaya tetap aman dari bahaya kebakaran.

Baca Juga  Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja, Pemkot Surabaya Terapkan Jam Malam untuk Anak

“Kami berharap ditengah cuaca ekstrem yang panas dan berangin ini, masyarakat bisa lebih berhati-hati dan meninggalkan kebiasaan yang bisa memicu kobakaran api,” pungkasnya.