Prabowo Bahas Kondisi Terkini dengan Tokoh Muhammadiyah dan NU

Prabowo Bertemu Muhammadiyah-NU

MAKLUMAT — Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (3/2/2026) sore ini, dijadwalkan menerima sejumlah pimpinan organisasi Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah pada Senin siang. Pertemuan tersebut menjadi forum dialog rutin antara Presiden dan tokoh-tokoh umat untuk membahas kondisi terkini nasional dan global.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan itu merupakan agenda berkala yang digelar setiap beberapa bulan. Diskusi akan membahas capaian pemerintah, program-program strategis nasional, serta dinamika situasi dalam dan luar negeri. Pertemuan diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat jam.

Tokoh-tokoh yang diundang berasal dari berbagai organisasi Islam, di antaranya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, serta MUI, Persis, Syarikat Islam, dan para pimpinan pondok pesantren dari sejumlah daerah, khususnya Jawa Timur. “Jumlah peserta diperkirakan sekitar 40 hingga 50 orang,” kata Teddy dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden.

Istana Bantah Isu Dua Pesawat Kenegaraan

Dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menanggapi isu yang berkembang mengenai penggunaan dua pesawat kenegaraan oleh Presiden saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.

“Tidak benar Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan. Selama satu tahun terakhir, untuk perjalanan luar negeri jarak jauh Presiden selalu menggunakan satu pesawat,” kata Teddy.

Baca Juga  Muhammadiyah Green Movement di Lampung Dorong Edukasi Konservasi dan Penguatan Kader Lingkungan

Ia menjelaskan, sejak sebelum menjabat sebagai Presiden, Prabowo terbiasa menggunakan pesawat milik perusahaan pribadinya. Pada awal masa jabatan, perjalanan luar negeri dilakukan dengan satu pesawat perusahaan tersebut serta satu pesawat TNI AU Boeing 737 untuk mendukung pengamanan dan protokol, bukan sebagai pesawat kepresidenan.

Gunakan Garuda Indonesia Boeing 777

Teddy menambahkan, dalam setahun terakhir Presiden Prabowo menggunakan pesawat Boeing 777 milik Garuda Indonesia untuk lawatan luar negeri jarak jauh. Menurutnya, penggunaan maskapai nasional tersebut sekaligus menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai negara besar dengan kekuatan nasional di sektor penerbangan.

Ia menegaskan, tidak ada perubahan konfigurasi khusus pada pesawat yang digunakan Presiden. Kabin tetap menggunakan konfigurasi standar komersial tanpa fasilitas kepresidenan atau VIP tambahan.

“Konfigurasinya tetap seperti pesawat komersial, tidak ada pengaturan khusus,” ujar Teddy.

Rombongan Presiden Diperketat

Selain itu, Teddy menyampaikan bahwa jumlah rombongan Presiden kini semakin dibatasi. Hanya unsur yang benar-benar diperlukan yang diikutsertakan dalam setiap perjalanan, termasuk pengamanan, protokol, tim medis, Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan media.

Untuk perjalanan dalam negeri, Presiden umumnya menggunakan pesawat TNI AU yang juga mengangkut perangkat kepresidenan dan wartawan.

Baca Juga  Usulan Libur Dua Hari Idul Adha, Tunggu Arahan Presiden Jokowi

Terkait rencana pertemuan Presiden Prabowo dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Teddy mengatakan agenda tersebut masih dibahas oleh Kementerian Luar Negeri. Waktu dan kepastian pertemuan akan diumumkan setelah ada keputusan resmi.

Gerakan Indonesia ASRI

Teddy juga menegaskan kembali arahan Presiden terkait Gerakan Indonesia ASRI. Presiden mengajak seluruh kepala daerah, kementerian, BUMN, serta unsur TNI dan Polri untuk memberi contoh dengan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, termasuk melibatkan sekolah-sekolah di daerah.

Ia menegaskan, ketersediaan sarana cadangan dalam pengamanan Presiden, termasuk kendaraan dan pesawat, merupakan prosedur standar bagi kepala negara. Namun, penggunaan dua pesawat kenegaraan dalam satu perjalanan luar negeri tidak dilakukan karena dinilai tidak diperlukan.*

Meta Description:
Presiden Prabowo berdialog dengan tokoh Muhammadiyah dan NU membahas kondisi nasional dan global. Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Presiden hanya menggunakan satu pesawat Garuda Indonesia untuk lawatan luar negeri.*