MAKLUMAT — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya SMK mampu membaca dan memanfaatkan potensi lokal. Terlebih kehadiran SMK di suatu daerah diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kita terus mendorong agar SMK mampu relevan dengan potensi lokal hingga global,” ujarnya saat meresmikan Gedung Desain Komunikasi Visual SMK Muhammadiyah 3 Ngoro, Mojokerto (SMK Mutia Ngoro) pada Kamis (12/2/2026).
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa potensi lokal adalah segala hal yang dimiliki suatu daerah. Ia menekankan bahwa semua pihak harus dapat memaksimalkan potensi-potensi lokal dalam rangka mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa kepekaan terhadap potensi lokal akan sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan banyak individu mampu berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Menurutnya, SMK sangat relevan untuk menjawab hal tersebut.
“Lebih dari itu, yang lebih penting lagi adalah bagaimana mereka siap untuk berwirausaha. Mereka tidak mencari kerja, tapi menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya SMK menyiapkan peserta didik yang juga memiliki karakter, akhlak, dan kepribadian yang kuat. Sebab semua itu akan sangat dibutuhkan oleh individu selain juga skill yang mumpuni.
“Dengan relevansi, maka lulusan kita nanti dapat relevan dengan perubahan zaman. Mudah-mudahan, SMK Mutia ini dapat terus berkembang. Terima kasih atas capaian-capaiannya yang semakin meyakinkan kita bahwa dengan kesungguhan, sekolah dapat berkembang,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMK Mutia Ngoro, Ednan Rudianto menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengkaji dan mengembangkan berbagai program yang sudah ada. Ia menekankan bahwa potensi lokal merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab.
Ednan mencontohkan terkait potensi lokal di Mojokerto, bahwa terdapat banyak lahan sawah untuk kegiatan pertanian. Di sisi lain, sekolah ini telah memiliki instalasi tenaga listrik untuk mendukung pengembangan program inovatif.
“Kami memiliki instalasi tenaga listrik dan sedang mengembangkan alat pembasmi hama berbasis solar cell yang memanfaatkan energi matahari untuk menjaga tanaman dari serangan hama. Ini adalah salah satu contoh potensi lokal yang bisa kita sinergikan,” jelasnya kepada wartawan Maklumat.id.
Potensi lokal lain di Mojokerto terdapat di sektor pariwisata. Ednan menjelaskan bahwa dengan hadirnya gedung baru untuk program Desain dan Komunikasi Visual, sekolah ini akan bekerja sama dengan destinasi wisata untuk lebih memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Selain itu, Mojokerto juga dikenal dengan pariwisatanya. Dengan kehadiran gedung baru ini (Desain dan Komunikasi Visual), kita akan berkolaborasi dengan tempat-tempat wisata untuk membuat konten kreatif, promosi, atau proyek kolaboratif lainnya,” tandasnya.













