Perang Iran–AS–Israel Memasuki Hari ke-10, Serangan Meluas ke Kawasan Teluk

Perang Iran

MAKLUMAT — Perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat saat memasuki hari ke-10 pada Senin (10/3/2026). Serangan militer dan balasan rudal kini meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk.

Lebih dari sepekan setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara pada 28 Februari 2026, otoritas Iran menunjuk putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin baru negara tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan pengangkatan Mojtaba Khamenei telah mendapat dukungan para pemimpin politik, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Di tengah meningkatnya ketegangan, harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 119,50 dolar AS per barel sebelum turun menjadi 112,98 dolar AS pada perdagangan Senin (9/3/2026). Harga tersebut tetap berada di atas 100 dolar AS per barel, level yang memicu kekhawatiran pasar energi global.

Warga Iran menggelar aksi unjuk rasa di berbagai kota pada Senin (9/3/2026) untuk menyatakan dukungan dan kesetiaan kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.

Baca Juga  Veto Rusia-China-Prancis Sukses Hentikan Opsi Militer untuk Buka Selat Hormuz

Aksi berlangsung di ibu kota Teheran serta sejumlah kota besar lain seperti Shiraz, Kerman, Ahvaz, Tabriz, Hamedan, dan Ardabil. Ribuan warga turun ke jalan membawa bendera nasional Iran dan meneriakkan berbagai slogan dukungan.

Di Teheran, massa berkumpul di Lapangan Enqelab. Para peserta terlihat mengibarkan bendera Iran sambil meneriakkan slogan-slogan politik, termasuk kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Para peserta aksi mengatakan mereka berkumpul untuk menegaskan kembali kesetiaan kepada pemimpin baru Iran serta menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinannya.

“Kami kehilangan pemimpin tercinta kami saat beliau memimpin perjuangan melawan kekuatan arogan dunia. Lukanya sangat dalam, tetapi kami percaya pemimpin baru akan melanjutkan misi tersebut,” kata salah satu peserta aksi kepada media pemerintah Press TV.

Serangan Meluas di Negara Teluk

Di Qatar, pemerintah mengeluarkan peringatan pada sekitar pukul 03.00 waktu setempat setelah terdengar sejumlah ledakan. Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal yang menargetkan wilayah negara tersebut.

Arab Saudi juga melaporkan insiden serupa. Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan angkatan udara telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang menuju ladang minyak Shaybah di gurun Rub al-Khali.

Baca Juga  Tiga Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Kuwait, Disebut Salah Tembak Sistem Pertahanan Udara

Melansir laporan Al Jazeera, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh mengumumkan Departemen Luar Negeri telah memerintahkan keberangkatan pegawai pemerintah non-darurat serta keluarga mereka dari Arab Saudi karena meningkatnya risiko keamanan.

Sementara itu, serangan yang terjadi di kota Kharj pada Minggu malam dilaporkan menewaskan dua warga negara Bangladesh dan melukai 12 orang lainnya.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengaktifkan sirene darurat dan meminta masyarakat menuju tempat aman terdekat. Media pemerintah Bahrain melaporkan serangan Iran menargetkan fasilitas di desa Maameer yang menyebabkan kebakaran.

Perusahaan energi Bapco Energies bahkan mengumumkan kondisi “force majeure” terhadap operasionalnya akibat situasi keamanan yang tidak menentu.

Uni Emirat Arab juga melaporkan ancaman serangan. Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udara negara itu merespons ancaman rudal dan drone yang datang dari arah Iran.

Serangan Balasan dan Operasi Militer

Iran pada Senin mengumumkan peluncuran serangan rudal baru yang menargetkan Israel. Media Israel melaporkan puing-puing dari sistem pencegat jatuh di tiga wilayah.

Militer Israel menyatakan telah menghancurkan markas besar angkatan udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam operasi militer terbaru.

Sementara itu, militer Iran sebelumnya melaporkan sedikitnya 104 orang tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat terhadap kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka pekan lalu.

Baca Juga  AS dan Israel Serang Iran, Mediasi Oman Gagal Total

Militer Amerika Serikat juga mengonfirmasi adanya korban di pihak mereka. Seorang tentara Amerika dilaporkan meninggal akibat luka yang diderita dalam serangan Iran terhadap pasukan AS di Arab Saudi pada 1 Maret.

Dengan kematian tersebut, jumlah anggota militer Amerika yang tewas dalam konflik ini menjadi delapan orang.

Serangan di Lebanon dan Ketegangan Regional

Di Lebanon, Israel melancarkan serangan udara di wilayah Ghobeiry, Beirut. Rekaman yang diverifikasi media internasional menunjukkan ledakan keras disertai kepulan asap tebal setelah serangan tersebut.

Human Rights Watch juga merilis laporan yang menyebut Israel diduga menggunakan fosfor putih di wilayah permukiman di Lebanon selatan, yang berpotensi melanggar hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan pengerahan enam jet tempur F-16 dan sistem pertahanan udara ke Siprus Utara sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik di kawasan.***