Mojtaba Khamenei Jadi Rahbar Iran, Prof Sudarnoto: Momentum Historis Runtuhnya Hegemoni AS-Israel

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA. (Foto: MUI)

MAKLUMAT — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA, menyebut terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khameini sebagai pemimpin tertinggi (Rahbar) Iran sebagai peluang bagi persatuan dunia Islam.

Seperti diketahui, Majelis Pakar—otoritas beranggotakan 88 ulama senior Iran yang berwenang mengangkat, mengawasi, dan memberhentikan pemimpin tertinggi—pada Senin (9/3/2026) telah mengumumkan penunjukan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga, menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Menurut Sudarnoto, terpilihnya Mojtaba menunjukkan kegagalan AS dan Israel dalam upayanya untuk “memaksakan” perubahan rezim seperti yang dikehendaki AS.

“Artinya, perkiraan dan harapan Amerika dan Israel mengalami kegagalan yang sangat serius. Dengan dipilihnya Mojtaba Khameini, Israel dan Amerika akan mengalami kebangkrutan secara moral, ekonomi, politik dan militer,” ujarnya kepada Maklumat.id, Selasa (10/3/2026).

Mojtaba, kata Sudarnoto, bukan sekadar anak biologis Ayatollah Ali Khameini, tetapi juga merupakan anak ideologis yang diyakini akan selalu istikamah mengusung ideologi perlawanan.

“Akan selalu istikamah mengusung ideologi perlawanan dan menghancurkan ketidakadilan dan kezaliman sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh Amerika dan Israel,” kata dia.

Baca Juga  Iran Tetap Berangkat ke Piala Dunia 2026, AS Tolak Terbitkan Visa Belasan Staf

Sudarnoto menilai, resmi ditunjuknya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran akan membuat kekuatan perlawanan dan pembalasan Iran semakin kuat.

“Dan ini artinya kehancuran Israel dan Amerika akan semakin mendekati titik kulminasinya,” sebutnya.

Indikasi tersebut menurut Sudarnoto bukan tanpa alasan. Selain faktor perlawanan Iran yang kuat, ia menyebut munculnya banyak gejolak dan pertentangan di internal Israel maupun AS, serta sikap Eropa yang menolak ikut campur dalam konflik melawan Iran.

Ia menyebut, hal itu dapat menjadi momentum historis yang bakal mampu meruntuhkan dominasi dan hegemoni Amerika Serikat dan Israel, hingga jalan menuju kemerdekaan Palestina.

“Saya berharap ini menjadi momentum historis yang sangat penting bagi jalan “porak-porandanya” hegemoni imperialistik duet Amerika-Israel, rontoknya BoP (Board of Peace), dan kemerdekaan Palestina,” tandasnya.

Ia berharap, terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khamenei dapat menjadi peluang bagi persatuan dunia Islam, penguatan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), hingga reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Saya juga berharap, terpilihnya Mojtaba’ menjadi peluang bagi persatuan dunia Islam, penguatan OKI dan reformasi PBB,” harap pria yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

“Kepada Mojtaba Khameini saya menyampsikan selamat menjalankan tugas suci mengawal kepemimpinan, menghancurkan penjajah Israel-Amerika dan menciptakan perdamaian dan keadilan. Semoga senatiasa diberi kekuatan lshir batin, dan kemudahan oleh Allah,” pungkas Sudarnoto.

Baca Juga  Soroti Kehancuran di Gaza Akibat Agresi dan Ketidakberdayaan PBB, SBY Tuangkan Lewat Lukisan