Bangun Jiwa Entrepreneur, SD Muhammadiyah 24 Surabaya Gelar Kajian Ramadan & Entrepreneur Exhibition dengan Konsep Thibbun Nabawi

Siswa SD Muhammadiyah 24 Surabaya menjajakan produknya dalam Kajian Ramadan & Entrepreneur Exhibition 2026. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar Kajian Ramadan & Entrepreneur Exhibition 2026 di Laggon Avenue Mall, Sabtu (14/3/2026), yang sekaligus dimaksudkan untuk mengenalkan dan mengajarkan jiwa entrepreneurship kepada para murid.

Rangkaian kegiatan yang dibalut dengan kajian sekaligus entrepreneur, menjadikan agenda kali ini berbeda dengan agenda dari tahun sebelumnya. Apalagi dengan konsep yang mengangkat tema “Thibbun Nabawi” untuk mengenalkan kiat sehat melalui pengobatan tradisonal yang diajarkan oleh Rasulullah, sekaligus menjadi bagian sunnah ketika menjalankannya. Berbagai alternatif pengobatan ini dijadikan landasan utama untuk berinovasi dalam membangun jiwa entrepreneur.

Berbagai Inovasi Produk Siswa

Keaneragaman dari seluruh kegiatan, terintegrasi dengan konsep yang diusung dengan nuansa Timur Tengah. Dimulai dari jenjang kelas 1, memproduksi Honey Yuzu, sebuah minuma segar yang dipadukan antara madu alami dan buah yuzu, yang dibanderol seharga Rp15.000. Kemudian kelas 2, memproduksi Halib Bit-Tamr dengan perpaduan dua bahan pokok terdiri dari susu murni dan kurma yang dikemas dalam botol unik dibandrol Rp15.000.

Selanjutnya, kelas 3 yang memproduksi dua produk, yaitu kurma cendol dan purenabz. Kurma cendol merupakan minuman dengan kombinasi Timur Tengah yang berbalut kearifan lokal, sehingga cocok untuk kondisi negara tropis, sedangkan purenabz merupakan produk minuman yang berbahan dasar air mineral dan kurma yang melalui proses perendaman selama beberapa waktu. Produk minuman ini alami tanpa unsur pengawet tambahan.

Baca Juga  Swasembada Pangan: Pilar Peningkatan Ekonomi Desa saat Ramadan dan Mudik Lebaran

Kemudian, kelas 4 yang memproduksi Kurma Cookies, kue ini memiliki konsep guilt free, menggunakan gula palm sebagai salah satu bagian Thibbun Nabawi dari kurma dan tanpa bahan tambahan kimia. Produk ini dibanderol seharga Rp35.000. Kelas 5, menyajikan produk berupa Kurma Choco dengan sajian kurma yang dibalut dengan cokelat zaitun dengan topping Almond. Sejalan dengan konsep Thibbun Nabawi, zaitun menjadi alternatif pengobatan tradisional yang telah banyak dibuktikan secara medis akan khasiatnya. Produk ini dibandrol seharga Rp30.000.

Sementara itu, kelas 6 memiliki konsep unik dan beragam dibandingkan kelas lainnya, yakni berupa parnikuma yang dikemas dalam bentuk parsel. Tak cukup satu produk saja sebagaimana kelas lainnya, kelas 6 juga menjual produk kurma sukari dan tepung talbinah dnegan masing-masing harga dibandrol Rp45.000, Rp20.000, dan Rp48.000.

Dalam membangun jiwa entrepreneur, tidak sekedar menyajikan barang produksinya, melainkan menghias setiap stan dengan ornamen khas Timur Tengah. Mengingat, Thibbun Nabawi identik makanan maupun minuman yang berasal dari Timur Tengah seperti buah kurma, minyak zaitun, dan semacamnya. Oleh karena itu, hiasan ala Timur Tengah sangat mendukung, sebagaimana beberapa stan menampilkan peraga pohon kurma dan unta, serta hiasan lampion khas Arab.

Baca Juga  Ikuti Baitul Arqam, PCPM Sawahan Perkuat Ideologisasi Kader dan Siap Maksimalkan Dakwah Ramadan

Meneladani Rasulullah dalam Berdagang

Kegiatan entrepreneur juga menjadi bagian yang dilakukan Rasulullah. Ketua PCM Wonokromo, Ir Lukman, menyebut bahwa Rasulullah juga berdagang, yang melalui kegiatan ini diharapkan dapat meneladani ajaran tersebut, terutama tentang cara berdagang yang baik tanpa melanggar syariat.

“Perlu diketahui, Rasulullah itu tidak hanya dikenal sebagai nabi, justru tuntunan dalam berdagang juga melalui cara Rasulullah dalam bertransaksi, karena Rasulullah itu seorang pedangang di zamannya yang memiliki sifat jujur dan Amanah, ini juga bagian penting yang perlu diteladani terutama pada generasi sekarang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Norma Setyaningrum MPd, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar agenda runitas untuk menggugurkan kewajiban siswa dalam belajar, melainkan untuk membentuk karakter entrepreneur secara islam.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini pendidikan tidak hanya mencetak generasi dalam akademik,tapi memiliki rasa tanggung jawab, teguh dalam iman, dan muncul perilaku baik, sehingga dapat menjadi contoh di masyarakat,” tandasnya.

Diketahui, kegiatan tersebut turut Dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Surabaya, Ketua PCM Wonokromo, hingga Ketua Komiter Sekolah serta seluruh wali murid SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

Baca Juga  Kemenko Perekonomian: MotoGP Mandalika 2025 Buktikan KEK Jadi Penggerak Ekonomi NTB