MAKLUMAT— Beredar surat Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman (PCINU Jerman) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 03.197/PCI-NUJ/III-2026 tertanggal 3 Maret 2026 yang ditujukan kepada umat Islam di Jerman.
Dalam surat tersebut, PCINU Jerman mendasarkan penetapan tersebut pada perhitungan astronomi ilmu falak menggunakan sistem hisab kontemporer yang merujuk pada data Nautical Almanac 2026.
Selain perhitungan ilmiah, PCINU Jerman juga merencanakan rukyatul hilal pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026. Pengamatan bulan sabit awal Syawal itu dijadwalkan berlangsung di Pusat Observasi Bulan KBRI Berlin.
Lokasi pengamatan berada pada koordinat 52°31’46,03” Lintang Utara dan 13°21’47,87” Bujur Timur, dengan ketinggian sekitar 33 meter di atas permukaan laut.
PCINU Jerman turut melampirkan data pengamatan falak sebagai informasi tambahan untuk memperkuat penetapan awal Syawal tersebut. Dalam suratnya, PCINU Jerman juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat Islam.
“Segenap pengurus PCINU Jerman mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima Allah SWT,” tulis pengurus PCINU Jerman dikutip, Senin (16/3/2026).
Surat penetapan itu ditandatangani Rais Syuriah KH Syaeful Fatah, Ketua Tanfidziyah Miftah El Azmi, Wakil Rais Syuriah Muhammad Husein Al-Kaff, serta Wakil Ketua Tanfidziyah Muhammad Ar Rayyaan.
Kepala Humas PBNU, Edi KR yang dikonfirmasi maklumat.id melalui Whatsapp hanya dibaca, dan hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih menunggu hasil sidang isbat untuk menetapkan secara resmi awal Syawal 1447 Hijriah di Indonesia.
Sidang isbat biasanya melibatkan para ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam untuk menentukan awal bulan Syawal berdasarkan hasil rukyatul hilal dan perhitungan hisab. Hasil sidang tersebut nantinya menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.














