MAKLUMAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperluas cakupan pengawasan selama Operasi Ketupat Semeru 2026. Titik pemantauan di sejumlah destinasi wisata ditambah. Kebijakan itu diambil seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pengawasan yang semula terfokus pada jalur arus mudik kini diarahkan pula ke kawasan wisata. Terutama destinasi wisata berbasis alam terbuka yang dinilai memiliki potensi risiko bencana hidrometeorologi.
”Di lokasi wisata sudah ada penjaga pantai. Kami menambah relawan kebencanaan untuk memperkuat pengawasan,” kata Edy, Sabtu (21/3/2026).
Dia mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian. Warga juga diminta menunda perjalanan apabila terjadi hujan berintensitas tinggi serta tetap mematuhi rambu lalu lintas.
Selama masa siaga Lebaran, BPBD menyiapkan 30 personel. Sebanyak 15 personel disiagakan setiap hari. Personel lainnya dalam status siaga panggilan untuk mendukung penanganan darurat.
Patroli dilakukan secara terpadu bersama lintas instansi. Tim menyisir pos pengamanan di jalur utama seperti Pos Gumitir, Pos Tawang Alun, dan Pos Pondok Dalem, sebelum bergerak ke sejumlah titik wisata.
Sejumlah destinasi yang menjadi fokus pemantauan antara lain kawasan Rembangan di Kecamatan Arjasa. Juga, objek wisata pesisir selatan seperti Pantai Papuma, Pantai Watu Ulo, Pantai Payangan, dan Pantai Paseban.
Petugas BPBD Iqbal Fathoni menyatakan, perluasan pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipatif. ”Sebagian besar destinasi wisata di Jember berada di kawasan rawan bencana, sehingga perlu pemantauan lebih intensif,” ujarnya.
Operasi itu melibatkan sejumlah instansi, termasuk TNI, Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Kegiatan juga didukung relawan komunikasi dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
BPBD mengimbau masyarakat segera melapor ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) jika menemukan kondisi darurat. Laporan dini dinilai penting untuk mempercepat respons serta meminimalkan risiko.
Berdasar pemantauan hingga Minggu (22/3//2026) pagi, kondisi wilayah Jember relatif aman. Arus lalu lintas di jalur utama terpantau ramai namun masih lancar. Sementara, kunjungan ke destinasi wisata belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Lukmanul Halam, salah satu pengunjung Pantai Watu Ulo, mengatakan, kehadiran petugas menambah rasa aman selama liburan. ”Kami jadi lebih tenang saat berwisata,” ujarnya. (SPT)













