MAKLUMAT – Dari atap bocor yang dulu menjadi saksi perjuangan, kini berdiri rumah layak huni yang menghadirkan harapan baru. Di Dusun Karang Sirih, Desa Suco, kebahagiaan sederhana itu terpancar dari wajah Sumiati saat menerima kunjungan langsung Bupati Jember Gus Fawait pada Selasa (7/4/2026).
Namun, bukan hanya perubahan fisik rumah yang menjadi sorotan. Sebuah momen kecil justru memberi makna besar. Sumiati dengan tulus menyerahkan setandan pisang hasil kebunnya kepada orang nomor satu di Jember itu.
“Tolong diterima, Pak, ini hasil kebun saya,” ucap Sumiati lirih.
Gus Fawait menerimanya dengan senyum. Menciptakan suasana hangat yang menggambarkan kedekatan antara pemimpin dan warganya.
Kunjungan tersebut dilakukan di sela agenda Bunga Desaku, saat Bupati meninjau langsung hasil program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Jember. Rumah milik Sumiati (38), seorang pekerja serabutan, menjadi salah satu penerima manfaat di Kecamatan Mumbulsari.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait berdialog langsung dengan Sumiati. Ia ingin mengetahui perubahan yang dirasakan Sumiati setelah menempati rumah baru.
“Bagaimana, Bu, setelah menempati rumah yang telah selesai dibangun? Dulu sebelum dibangun keadaannya seperti apa?” tanya Bupati.
Dengan suara bergetar, Sumiati mengenang kondisi rumahnya sebelum diperbaiki. Ia hidup dalam keterbatasan. Atap rumah bocor. Lantai tanah kerap becek saat hujan.
“Dulu atapnya bocor, kalau hujan pasti becek karena lantainya masih tanah. Saya juga mandi masih numpang ke saudara di depan rumah,” ungkapnya.
Kini, rumah tersebut telah memiliki atap yang kokoh dan lantai berkeramik. Juga ada fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) sendiri.
“Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus dan layak. Saya sangat senang dan bersyukur. Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Gus Fawait, semoga beliau selalu sehat,” ujarnya.
Selain meninjau rumah, Gus Fawait juga menyerahkan bantuan tambahan berupa kasur dan paket sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga Sumiati. Bantuan serupa turut disalurkan kepada warga sekitar.
Program RTLH menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan setiap warga memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman.
Di balik capaian program tersebut, momen pemberian pisang itu menjadi penanda bahwa relasi antara pemerintah dan masyarakat tak selalu tentang angka dan kebijakan. Ada ketulusan, ada rasa terima kasih, dan ada kedekatan yang terbangun secara sederhana namun bermakna. (SPT)













