MAKLUMAT — Tren fashion modest kembali bergerak dinamis. Kali ini, gaya khiban edgy atau khimar bandana tampil mencuri perhatian dengan pendekatan yang lebih berani, tegas, dan eksperimental dalam Outfit of The Day (OOTD).
Gaya ini mengusung layering unik, siluet kuat, serta permainan warna gelap atau kontras. Meski terkesan “melawan arus”, sejumlah influencer justru berhasil meramu khiban edgy menjadi tampilan yang tetap wearable dan elegan.
Berikut lima inspirasi gaya yang bisa jadi referensi:
1.Nikita Willy: Edgy yang Dilunakkan
Nikita Willy menghadirkan interpretasi soft edgy yang cenderung elegan. Ia memadukan inner putih dengan khimar senada yang jatuh ringan, lalu menambahkan outer abaya berpotongan clean.
Sentuhan denim longgar memberi kesan kasual feminin, sementara sepatu hak runcing menjaga siluet tetap anggun. Gaya ini cocok untuk yang ingin tampil beda tanpa terlihat terlalu “keras”.
2.Sivia Azizah: Edgy Artistik yang Playful
Sivia Azizah mengedepankan karakter personal yang kuat. Ia sering memadukan jaket parasut oversized, celana flowy, dan sepatu statement seperti boots atau sneakers chunky.
Permainan warna netral yang dipertegas aksesoris bold membuat tampilannya edgy, tapi tetap terasa santai dan ekspresif.
3.Intan Khasanah: Statement Gelap dan Rebel
Intan Khasanah tampil paling berani dengan eksplorasi warna gelap, material leather look, hingga aksen metalik.
Gaya ini menonjolkan karakter rebellious yang kuat—pilihan tepat bagi mereka yang ingin tampil standout dan tidak takut jadi pusat perhatian.
4.Mesty Ariotedjo: Edgy yang Canggih
Mesty Ariotedjo menggabungkan elemen clean dengan detail edgy. Ia bermain pada struktur outfit yang tegas dan layering halus.
Hasilnya, tampilan terlihat sophisticated tanpa kehilangan sisi eksperimental.
5.Dorippu: Sentuhan Street Style Jepang
Dorippu membawa nuansa street style Jepang dalam khiban edgy. Ia mengeksplor layering kompleks—mulai dari kemeja panjang, vest, hingga outer dengan potongan unik.
Siluet longgar dan permainan tekstur membuat gaya ini terasa eksperimental namun tetap seimbang.
Tren khiban edgy menunjukkan pergeseran penting dalam fashion modest: dari sekadar “tertutup” menjadi medium ekspresi diri yang lebih bebas. Influencer tidak lagi terpaku pada gaya feminin klasik, tetapi mulai mengeksplorasi identitas melalui layering, struktur, dan warna.
Fenomena ini juga menandakan pasar fashion hijab semakin matang. Konsumen kini tidak hanya mencari kepatuhan nilai, tetapi juga karakter dan diferensiasi gaya. Jika tren ini berlanjut, khiban edgy berpotensi menjadi subkultur baru dalam modest fashion—menggabungkan nilai religius dengan estetika kontemporer yang lebih progresif.***













