MAKLUMAT — Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak elemen perguruan tinggi untuk mempererat sinergi dan kolaborasi, dalam rangka menyukseskan pembangunan daerah.
Hal itu ia sampaikan ketika memberi sambutan dalam Pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada Kamis (30/4/2026). Mulanya, pria yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kiprah akademik dan pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Lina Listiana MKes dalam bidang kepakaran Pembelajaran Metakognitif, serta Rektor Umsura Prof Dr Mundakir SKep Ns MKep dalam bidang kepakaran Ilmu Keperawatan.
Yuhronur lantas mengapresiasi orasi ilmiah yang disampaikan Rektor Umsura Prof Mundakir yang bertajuk “Bridging Psychosocial Gaps in Nursing: Knowledge Translation untuk Indonesia di Era Disrupsi.”
Menurutnya, apa yang dipaparkan tersebut mencerminkan pemikiran yang sangat relevan dan strategis, berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan psikososial.
“Jadi tidak hanya melihat pada aspek klinis saja, tapi juga melihat bagaimana memandang manusia secara utuh, lebih-lebih pada saat sekarang, pada saat era disruption ini, kita hidup di dua macam lingkungan, yakni di era nyata dan juga di era maya,” ujarnya.
“Sehingga banyak stres yang ditimbulkan, banyak tekanan-tekanan yang diakibatkan oleh dinamika sosial yang terus berubah ini,” sambung Yuhronur.
Lebih lanjut, Yuhronur mengamini pernyataan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah daerah harus selalu menggandeng dan menjalin sinergi erat dengan perguruan tinggi, demi memajukan pembangunan daerah.
Sebab itu, ia menegaskan sikap terbuka dan proaktif untuk menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi, terutama di daerahnya, untuk bersama-sama membangun Lamongan.
“Kami terus membuka ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan dan elemen lainnya,” kata Yuhronur.
“Sebagaimana yang disampaikan Pak Wali Kota Surabaya tadi, bahwa elemen perguruan tinggi ini adalah satu elemen penting yang harus terus bersama-sama, berseiring, sejalan, dalam rangka untuk terus mewujudkan, menyukseskan pembangunan di semua daerah, khususnya di Kabupaten Lamongan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai jika ada pemerintah daerah yang dalam kegiatannya tidak pernah melibatkan perguruan tinggi, maka daerah tersebut menurutnya tidak akan bisa maju.
“Tidak akan pernah maju sebuah kota itu kalau kepala daerahnya tidak pernah melibatkan perguruan tinggi yang ada di wilayahnya,” tegasnya.
“Karena perguruan tinggi itu tempat-tempat ilmu, sains, dan lain-lain, yang bisa tinggal diterapkan di wilayah itu. Maka ketika diterapkan itu akan sangat jadi luar biasa,” imbuh Eri.














