MAKLUMAT – Jemaah haji Indonesia diminta lebih hati-hati saat menggunakan jasa dorong kursi roda di area Masjidil Haram, Makkah. Pemerintah Arab Saudi mengingatkan agar jemaah hanya memakai layanan resmi demi menghindari tarif liar hingga praktik penipuan yang kerap muncul saat musim haji.
Di tengah padatnya aktivitas ibadah dan membludaknya jutaan jemaah, layanan kursi roda menjadi fasilitas vital, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun jemaah yang mengalami kelelahan saat thawaf dan sa’i.
Melalui akun resmi Kementerian Haji dan Umrah Saudi, petugas resmi jasa dorong kursi roda disebut memiliki tanda khusus yang mudah dikenali. Mereka mengenakan rompi abu-abu bertuliskan “Carts Service” di bagian belakang dan membawa kartu identitas resmi. Layanan resmi itu tersedia di sejumlah titik utama seperti Terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah.
Jemaah juga diminta tidak tergiur tawaran jasa tidak resmi yang biasanya menawarkan bantuan secara langsung di sekitar pelataran masjid. Selain rawan tarif mahal, layanan ilegal berpotensi membuat jemaah kesulitan saat proses mobilitas di area ibadah.
Untuk tarif resmi jasa dorong kursi roda, pemerintah Saudi menetapkan biaya berbeda antara masa pra dan pasca puncak haji.
Pada masa pra puncak haji, tarif berkisar antara 250 hingga 500 riyal Saudi. Sementara setelah puncak haji, tarif naik menjadi 350 sampai 600 riyal Saudi tergantung layanan dan kepadatan jemaah. Selain jasa dorong, tersedia pula layanan sewa kursi roda dan mobil golf.
Tarif sewa kursi roda untuk paket full umrah dipatok 200 SAR, thawaf 125 SAR, dan sa’i 75 SAR. Sedangkan mobil golf dikenakan biaya 200 SAR untuk full umrah serta masing-masing 100 SAR untuk thawaf dan sa’i.
Pembayaran dilakukan langsung di lokasi menggunakan uang tunai dalam mata uang riyal Saudi. Tak hanya soal keamanan layanan, jemaah juga diminta menjaga kondisi kaki selama beribadah di tengah suhu ekstrem Makkah yang dapat memicu kulit kering hingga lecet.
Jemaah disarankan memakai alas kaki yang nyaman, menggunakan pelembap kaki secara rutin, serta mengenakan kaos kaki sebelum berjalan jauh di area Masjidil Haram.
Musim haji tahun ini memang menghadirkan tantangan tersendiri. Selain kepadatan ekstrem, suhu panas dan tingginya aktivitas fisik membuat layanan pendukung seperti kursi roda menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar fasilitas tambahan.
Maraknya jasa tidak resmi menunjukkan masih adanya celah pengawasan di area layanan jemaah. Edukasi kepada jemaah, terutama lansia dan pendampingnya, menjadi langkah penting agar ibadah tetap aman, nyaman, dan tidak dimanfaatkan oknum pencari keuntungan musiman.***














