​Israel Pecah Kongsi? PM Netanyahu dan Menlu Gideon Saar Kecam Aksi Brutal ke Aktivis Gaza

Relawan Flotilla

MAKLUMAT – Tekanan global terhadap Israel memasuki babak baru yang semakin runyam. Tidak hanya memicu kemarahan benua Eropa, aksi brutal aparat Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 kini justru memicu keretakan di internal pemerintahan Tel Aviv sendiri.

Menariknya, badai kecaman kali ini justru datang dari dalam jantung pemerintahan Israel sendiri. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu buru-buru pasang badan dan menyebut tindakan kelompok Ben Gvir sama sekali tidak mencerminkan nilai maupun norma yang dianut Israel.

​Netanyahu memilih jalan pintas untuk meredam situasi yang kian mendidih. “Saya sudah memerintahkan otoritas terkait untuk segera mendeportasi para aktivis tersebut secepat mungkin,” dalihnya, mencoba membersihkan nama pemerintahannya di mata dunia.

​Sikap cuci tangan ini dipertegas oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Ia secara terbuka menyatakan bahwa manuver radikal Ben Gvir murni tindakan personal, dan sama sekali tidak merepresentasikan sikap resmi negara Israel.

​Sikap saling tuding antara Netanyahu, Gideon Saar, dan Itamar Ben Gvir membongkar rapuhnya koalisi sayap kanan Israel di tengah tekanan internasional. Pemanggilan Dubes oleh Prancis menunjukkan bahwa sekutu tradisional Eropa mulai kehabisan kesabaran.

Baca Juga  Pejabat AS Sebut Trump 'Veto' Rencana Israel Bunuh Ayatollah Ali Khamenei

Dengan mencoba mendepak relawan secara terburu-buru, Netanyahu sebenarnya sedang panik menghadapi potensi sanksi diplomatik yang lebih berat, sekaligus mencoba menyelamatkan mukanya yang kian tercoreng di panggung hukum internasional.***