MAKLUMAT — Memasuki pekan ketiga program magang di PT Salam Mandiri Sejahterah, para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mulai merasakan dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.
Setelah melewati dua pekan awal dengan pengenalan operasional teknis, mereka kini dituntut beradaptasi dengan ritme kerja perusahaan biro perjalanan wisata yang berkantor pusat di Jombang, Jawa Timur tersebut.
“Saya menyadari bahwa di dunia kerja, para profesional seringkali sangat sibuk dengan tanggung jawab masing-masing. Tantangan bagi kami sebagai anak magang bukan sekadar menunggu instruksi, melainkan bagaimana berinisiatif untuk belajar dari proses yang berjalan di sekitar kami,” ujar salah satu peserta magang, Mochamad Safic Ardiansah, kepada wartawan Maklumat.id, Selasa (14/7/2026).
Program bertajuk Magang Bersama IMM itu menjadi salah satu agenda kader IMM UINSA untuk mengisi masa libur semester melalui kegiatan magang di sejumlah instansi. Salah satu lokasi yang dipilih ialah PT Salam Mandiri Sejahterah, perusahaan biro perjalanan wisata yang telah berdiri sejak tahun 2017 tersebut.
Pada dua pekan pertama, para peserta mempelajari berbagai pekerjaan administratif, mulai dari penyisipan visa, pengaturan koper jemaah, hingga pengelolaan dokumen perjalanan. Memasuki pekan ketiga, tanggung jawab mereka bertambah melalui pengelolaan data manifes, penyusunan itinerary, dan pemrosesan dokumen menggunakan spreadsheet.
Dari pekerjaan itu, mereka mulai memahami bahwa ketelitian dalam setiap data menjadi penentu kelancaran keberangkatan jemaah. Di saat yang sama, mereka juga belajar mengatur waktu dan membangun komunikasi di tengah lingkungan kerja yang serba cepat.
Safic menuturkan pengalaman itu memberinya pandangan baru tentang dunia profesional. Menurutnya, lingkungan kerja tidak selalu menyediakan ruang pendampingan yang terstruktur. Kesempatan belajar justru hadir ketika peserta magang mampu mengamati alur pekerjaan, menawarkan bantuan, serta aktif mencari informasi di tengah kesibukan para karyawan.
Pengalaman tersebut juga membuat para peserta memahami bahwa magang tidak berhenti pada penyelesaian tugas yang diberikan. Mereka mulai membangun sikap profesional dengan tetap berupaya menyerap pengetahuan meski waktu pimpinan maupun staf untuk memberikan pendampingan formal terbatas.
Puncak pengalaman mereka hadir saat terlibat langsung dalam handling keberangkatan jemaah di Bandara Juanda. Pekerjaan administratif yang selama ini mereka kerjakan di kantor menemukan penerapannya di lapangan. Ketelitian dalam menyusun itinerary dan manifes berubah menjadi tanggung jawab untuk memastikan proses keberangkatan berjalan lancar sekaligus memberikan rasa nyaman kepada para jemaah selama memulai perjalanan ibadah.
Salah satu peserta magang lainnya, Aliya Fadya Maharani, mengatakan pengalaman mendampingi keberangkatan jemaah membuatnya memahami bahwa pelayanan tidak hanya soal kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan setiap jemaah merasa didampingi, terutama mereka yang baru pertama kali berangkat umrah maupun yang telah lanjut usia.
“Yang paling utama saat handling kemarin adalah bagaimana jemaah ini merasa tenang dan terbantu, karena banyak yang baru pertama kali melaksanakan umrah, dan juga sudah lanjut usia,” jelas Aliya.
Para peserta berharap sisa masa magang menjadi kesempatan untuk semakin mendalami strategi bisnis dan manajemen pelayanan perjalanan religi yang dijalankan perusahaan secara lebih mendalam.
Mereka juga ingin terus mengambil peran lebih aktif dalam operasional perusahaan, membiasakan diri belajar secara mandiri (self-learning), berinisiatif di tengah kesibukan lingkungan kerja, serta melihat gambaran besar di balik tugas-tugas kecil yang mereka kerjakan.
“Bagi kami, seluruh proses itu menjadi ruang refleksi untuk mematangkan kesiapan sebelum benar-benar memasuki dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah,” jelas Aliya.
*) Penulis: M Habib Muzaki














