Soroti Massa Geruduk Kantor PCM Karangpenang, Suli Da’im Ajak Semua Pihak Menahan Diri

MAKLUMAT — Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Suli Da’im, menyayangkan adanya aksi massa yang menggeruduk Kantor Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang, Sampang, pada Senin (27/7/2026) lalu.

Menurutnya, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat sekaligus menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kerukunan.

“Karena itu, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan tekanan massa,” ujar Suli, dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id pada Kamis (30/7/2026).

Meski begitu, Suli mengapresiasi langkah aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang mampu menjaga situasi tetap kondusif sehingga tidak terjadi tindakan anarkis.

“Kondisi yang aman merupakan modal utama untuk menjaga persatuan masyarakat,” sebut sosok yang juga merupakan Ketua Umum IKA UMSURA itu.

Sebagai negara hukum, Suli meminta seluruh elemen terkait supaya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. “Apabila ada pihak yang merasa dirugikan oleh suatu pernyataan atau ceramah, penyelesaiannya adalah melalui mekanisme hukum yang berlaku. Sebaliknya, setiap bentuk intimidasi, ancaman, maupun upaya menekan pihak tertentu juga tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Muhammadiyah, kata dia, merupakan organisasi Islam yang selama lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Demikian pula para ulama dan pesantren memiliki peran penting dalam membangun moral dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Baca Juga  Swasembada Pangan: Pilar Peningkatan Ekonomi Desa saat Ramadan dan Mudik Lebaran

“Oleh karena itu, hubungan baik antarelemen umat Islam harus terus dijaga dengan mengedepankan tabayun, ukhuwah Islamiyah, dan sikap saling menghormati,” tandasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh narasi tertentu yang memecah belah, serta tidak menyebarkan informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, menjaga kondusivitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara sangat penting, sehingga terwujud persatuan dan kesatuan yang kokoh antarelemen bangsa.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memperkeruh keadaan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” serunya.

“Mari kita percayakan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum secara profesional, adil, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun,” sambung Suli Da’im.

Lebih jauh, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mendorong para tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang dialog yang sejuk dan konstruktif dalam mengatasi ataupun menengahi suatu permasalahan.

“Dakwah sejatinya menghadirkan rahmat, mencerdaskan umat, dan memperkuat persaudaraan, bukan melahirkan permusuhan,” tandasnya.

Ia berharap, semua pihak juga belajar dari kejadian ini. Sehingga dapat mewujudkan kedewasaan demokrasi, toleransi menyikapi perbedaan, serta mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Baca Juga  Suli Daim Ajak Aktivis Pemuda Muhammadiyah Surabaya Mengakselerasi Diri dan Berdiaspora di Politik

“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk semakin mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi, menghormati perbedaan pandangan, serta menjaga persatuan bangsa di atas kepentingan kelompok mana pun,” pungkas Suli Da’im.