MAKLUMAT — Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) resmi memiliki Ketua Umum baru, Monica Subastia, yang akan menjabat untuk periode 2026-2030. Ia ditetapkan usai Sidang Formatur Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, yang diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).
Pengumuman terpilihnya Monica Subastia sebagai Ketua Umum PPNA 2026-2030 disampaikan oleh Ketua Panitia Pemilihan (Panlih), Ni’matul Azizah. Ia menggantikan Ariati Dina Puspitasari yang merupakan nakhoda PPNA periode sebelumnya.
“Dengan ditetapkannya ketua umum tersebut, proses pemilihan ketua umum oleh tim formatur telah dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi,” ujar Ni’matul.
Menyalakan “Obor” untuk Umat
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum PPNA 2026-2030, Monica Subastia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan tersebut bukan ruang untuk melakukan selebrasi, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.
“Bernasyiah adalah bermuhammadiyah. Bermuhammadiyah adalah berislam. Dan berislam yang sebenar-benarnya adalah memastikan kebaikan tidak berhenti pada diri kita,” tegasnya.
Ia juga menyerukan gerakan yang melibatkan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa tugas Nasyiatul Aisyiyah tidak sekadar “menyalakan obor”, tetapi juga memastikan cahayanya menerangi umat.
“Sebab tugas Nasyiah bukan hanya menyalakan obor, tapi kita harus memastikan cahaya itu sampai kepada semua umat di semesta ini,” tandas Monica.
Kedisiplinan dan Ikhtiar
Sementara itu, Ketua Umum PP Aisyiyah, Salmah Orbayinah juga menyampaikan sejumlah pesan terkait tanggung jawab, pengkaderan, hingga arah gerakan organisasi, sekaligus menutup seluruh rangkaian Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah 2026.
Ia menegaskan pentingnya ikhtiar dan disiplin tinggi dalam mencapai visi dan cita-cita organisasi. “Tentunya ini memerlukan kedisiplinan dan ikhtiar yang luar biasa,” tegasnya.
Tak cuma itu, ia juga mendorong para kader Nasyiatul Aisyiyah untuk tidak sekadar mengikuti arus perubahan, melainkan turut mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan tersebut.
“Maka kita harus senantiasa aktif bukan hanya mengikuti perubahan atau sekadar beradaptasi dari perubahan. Namun, buatlah juga perubahan,” pesan Salmah.
Formatur Terpilih Muktamar Nasyiatul Aisyiyah
Sebelumnya, forum Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang dihelat di Surakarta pada 6-8 Agustus 2026 telah menghasilkan 13 formatur terpilih dari total 39 calon tetap yang ditetapkan dalam Sidang Pleno III Tanwir.
Monica Subastia menjadi formatur dengan raihan suara tertinggi (725 suara); disusul Desi Ratna Sari (680 suara); Syahdara Anisa Makruf (675 suara); Uswatun Hasanah Sain (661 suara); Sumarni Susilawati (651 suara); serta Dwi Setyowati (604 suara).
Kemudian, ada Oom Komariah (569 suara) di posisi ketujuh; disusul Dwi Astuti (556 suara); Mutmainnah (541 suara); Rini Marlina (527 suara); Fatihah Nur (514 suara); Lia Karisma Saraswati (444 suara); dan Lesti Kaslati. siregar (380 suara).
Sidang Formatur terpilih tersebut akhirnya secara musyawarah mufakat memutuskan sosok Monica Subastia sebagai Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030.
Monica Subastia sendiri, sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah periode 2022-2026. Ia dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam isu pemberdayaan perempuan dan pengembangan komunitas.
Selain aktif di Nasyiatul Aisyiyah, perempuan berusia 30 tahun tersebut merupakan pendiri Komunitas Ruang Belajar Perempuan, serta berkegiatan sebagai pekerja lepas, peneliti, dan pendidik.
Kepemimpinan baru PP Nasyiatul Aisyiyah diharapkan dapat mendorong semakin aktif berbagai kegiatan dan agenda organisasi, termasuk dalam penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas perempuan dan generasi muda, pemberdayaan komunitas, serta pengembangan gerakan yang relevan dengan persoalan masyarakat.













