MAKLUMAT – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat mendoakan korban gempa NTT sekaligus menjadikan momentum kemerdekaan untuk memperkuat persatuan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat. Pernyataan itu disampaikan Puan saat menghadiri upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
“Mari kita mendoakan para korban bencana, dan semoga pemulihan dapat sesegera mungkin di wilayah terdampak gempa NTT,” ujar Puan.
Ia juga membawa pesan solidaritas melalui busana yang dikenakannya. Ia memakai kebaya modern putih dengan kain merah serta selendang tenun khas NTT bernuansa hitam.Selendang tersebut menjadi simbol dukacita Puan atas bencana gempa yang menewaskan 53 orang di NTT.
Bagi Puan, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui seremoni. Momentum HUT RI harus menjadi pengingat bahwa negara memiliki tanggung jawab melindungi seluruh rakyat, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Ia kemudian menekankan pentingnya keadilan dalam perjalanan Indonesia memasuki usia 81 tahun kemerdekaan. Negara harus terus memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
“Kebijakan-kebijakan Negara harus dapat melindungi, menyejahterakan, dan mencerdaskan rakyat,” tegasnya.
Puan menilai tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, harus menjadi pijakan untuk meningkatkan standar keberhasilan pembangunan nasional. Ia mendorong seluruh elemen bangsa bekerja bersama dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.












