MAKLUMAT — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Kalimantan Barat terdeteksi bergerak menuju Sarawak dan Sabah, Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina. Kondisi tersebut terpantau melalui citra satelit Himawari-9 yang dirilis BMKG pada Rabu (2/9/2026) pukul 08.00 WIB.
Citra sebaran asap yang dipantau BMKG menunjukkan adanya transboundary haze atau sebaran asap lintas batas negara dari Kalimantan Barat.
Selain menuju Filipina, sebaran asap Kalimantan Barat juga mengarah ke Sarawak dan Sabah di Malaysia serta Brunei Darussalam.
Pergerakan tersebut terjadi seiring pola angin di wilayah Indonesia yang secara umum bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara.
Asap Terdeteksi di 10 Wilayah
Citra Himawari-9 juga menunjukkan asap terdeteksi di 10 wilayah Indonesia, yakni:
- Riau
- Sumatera Barat
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Maluku
Di wilayah Riau, Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan, sebaran asap bergerak ke arah barat laut.
Sementara asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Maluku bergerak ke arah barat laut hingga utara.
Adapun asap di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bergerak menuju utara-timur laut.
Kalimantan Barat Jadi Perhatian
Pergerakan asap dari Kalimantan Barat menjadi perhatian karena sebarannya tidak hanya berada di wilayah Indonesia, tetapi telah terdeteksi menuju sejumlah wilayah negara tetangga.
Dalam citra tersebut, BMKG mendeteksi adanya transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam, serta Filipina.
Sementara itu, titik panas atau geohotspot dalam citra ditandai dengan titik berwarna merah. Arah dan kecepatan angin ditampilkan menggunakan satuan knots.
Data tersebut berasal dari pengamatan Himawari-9 SM pada 2 September 2026 pukul 01.00 UTC atau sekitar pukul 08.00 WIB.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan asap karhutla Kalimantan Barat perlu mendapat perhatian bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga berpotensi melintasi wilayah negara tetangga.***












