Husnul Aqib Dorong Guru Muhammadiyah di Lamongan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman, Tekankan Pentingnya Etos Kerja

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PAN, Drs Husnul Aqib MM, saat menghadiri Workshop Forum Guru SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan di Aula Masjid As-Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Kamis (3/9/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs Husnul Aqib MM, mendorong para guru Muhammadiyah di Lamongan supaya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang berlangsung semakin cepat, terutama di sektor teknologi, informasi, dan perubahan sosial.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Workshop Forum Guru SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan di Aula Masjid As-Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Kamis (3/9/2026).

Menurut Aqib, kemampuan untuk mengikuti perubahan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Perkembangan teknologi, informasi, dan perubahan sosial, kata dia, menuntut pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Guru perlu terbuka terhadap perubahan serta menyesuaikan metode dan pola pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.

“Guru wajib adaptif terhadap perkembangan dunia saat ini. Kalau tidak mampu beradaptasi, kita akan ketinggalan,” ujar Aqib.

Etos Kerja

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya etos kerja bagi guru Muhammadiyah. Menurutnya, lembaga pendidikan Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan dan kajian.

Aqib mengingatkan, sejak awal berdirinya, Muhammadiyah menjadikan pendidikan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada umat dan masyarakat. Sekolah dan madrasah Muhammadiyah menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Para Guru Muhammadiyah Setiabudi Pamulang Perkuat Kompetensi Hadapi Tantangan Pendidikan Abad ke-21

“Sejak awal Muhammadiyah hadir dalam bentuk sekolah dan madrasah. Itulah bentuk pengabdian Muhammadiyah kepada umat dan masyarakat,” jelas sosok yang menjabat di Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

Dalam konteks tersebut, Aqib mendorong para pendidik Muhammadiyah membangun etos beramal dalam menjalankan tugas. Etos tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam mendidik generasi.

Sedikit Bicara, Banyak Bekerja

Tak cuma itu, Aqib juga mengajak para guru Muhammadiyah untuk senantiasa memegang prinsip “sedikit bicara, banyak bekerja” sebagai bagian dari semangat pengabdian.

Menurut dia, kualitas seorang pendidik dapat dilihat dari kesungguhan dalam menjalankan amanah serta memberikan manfaat bagi peserta didik dan lingkungan pendidikan.

“Etos beramal bagi pendidik Muhammadiyah adalah membangun semboyan: sedikit bicara, banyak bekerja,” tegas pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Jawa Timur itu.***

*) Penulis: Faiz Rizal Izuddin