MAKLUMAT — Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Dany Rahmat Muharram menyebut Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM memiliki semua kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Timur periode 2026–2028 di Aula KH Mas Mansyur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).
Dalam kesempatan ini, Dany mengaku teringat dengan proses pemilihan calon formatur PP Muhammadiyah yang tengah ia ikuti sebagai panitia. “Rasa-rasanya ketika saya melihat Ayahanda Prof. Sukadiono ini, rasa-rasanya kriteria calon PP Muhammadiyah itu semua ada dalam diri Prof. Sukadiono,” ujarnya.
Dany mengatakan pembahasan mengenai kriteria calon formatur PP Muhammadiyah menjadi salah satu agenda dalam rapat panitia pemilihan PP Muhammadiyah. Ia kemudian mengaitkan kriteria tersebut dengan sosok Ketua PWM Jatim yang juga hadir dalam momen ini.
“Jujur saja para hadirin sekalian, melihat beliau duduk di depan ini (Prof Sukadiono), saya langsung teringat dengan kesibukan saya akhir-akhir ini. Kebetulan saya ini sedang diamanahi sebagai panitia pemilihan PP Muhammadiyah, dan kemarin di rapat panitia pemilihan PP Muhammadiyah itu kita membahas terkait kriteria calon formatur PP Muhammadiyah,” ceritanya.
Dany lantas berharap agar Prof Sukadiono dapat melanjutkan kiprahnya dalam kepemimpinan Muhammadiyah. Ia bahkan menyampaikan harapan agar Prof Sukadiono dapat melanjutkan pengabdiannya di tingkat pusat.
“Jadi rugi rasanya kalau Ayahanda ini tidak melanjutkan kepemimpinannya di PP Muhammadiyah. Izin Ayahanda, kami menunggu Ayahanda supaya bisa berkantor di Menteng Raya 62 Jakarta,” ujarnya.
Dany juga menyampaikan apresiasinya terhadap Jawa Timur. Ia mengaku selalu memiliki kesan berbeda setiap kali datang ke wilayah tersebut. Menurutnya, hal itu tidak semata-mata karena luas wilayah atau besarnya basis kader IPM di Jawa Timur.
“Kenapa saya selalu senang ketika mendapat undangan ke Jawa Timur? Karena di tanah inilah saya selalu menemukan semangat juang yang tak pernah padam dan dialektika gagasan yang selalu hidup,” ujarnya.
Jawa Timur adalah Kunci
Dany menilai Jawa Timur memiliki posisi penting dalam perkembangan gerakan IPM. Jawa Timur disebut menjadi ruang bagi lahirnya gagasan yang dapat memberi pengaruh terhadap perkaderan IPM secara nasional.
Ia kemudian mengingatkan pimpinan PW IPM Jawa Timur yang baru bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, prosesi tersebut menandai pergantian kepemimpinan sekaligus awal tanggung jawab baru dalam menjalankan dakwah pelajar Muhammadiyah.
“Jabatan ini bukanlah kemuliaan untuk dibanggakan, melainkan beban dan tanggung jawab yang wajib untuk kita tunaikan,” katanya.
Pesan tersebut secara khusus ia tujukan kepada Mohammad Yuda Wahyu Saputra yang baru dilantik sebagai Ketua Umum PW IPM Jawa Timur periode 2026–2028. Dany meminta jajaran pimpinan baru menjaga gerakan IPM agar tetap hidup dan mampu merespons perubahan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya dakwah pelajar yang dapat dirasakan oleh pelajar di berbagai lapisan. Selain itu, soliditas internal perlu dijaga karena perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan.
“Perbedaan pandangan dalam dinamika kepemimpinan organisasi sejatinya itu benar adanya dan itu menjadi hal yang lumrah. Namun persatuan dalam melayani pelajar itulah yang kemudian menjadi hal yang mutlak untuk para pimpinan-pimpinan IPM,” jelasnya.
Dany selanjutnya meminta pimpinan IPM di setiap jenjang memperkuat sinergi dari tingkat pusat hingga ranting. Ia berharap kerja bersama tersebut dapat diarahkan pada kebutuhan pelajar dan masa depan generasi muda.
Menutup sambutannya, Dany mengingatkan para pimpinan baru tentang pentingnya keteladanan dalam menjalankan kepemimpinan. Ia meminta kader IPM mengedepankan ilmu, akhlak, dan keikhlasan dalam menjalankan dakwah.
“Bagaimana kita memberi teladan sebelum memberi arahan? Bagaimana kita mendengar sebelum memutuskan dan bagaimana kita merangkul sebelum menuntut? Mari kita bersama-sama melayari dakwah dengan ilmu. Kita hiasi perjuangan dengan akhlak dan kita jaga keteguhan niat dengan keikhlasan,” pesannya.
*) Penulis: M Habib Muzaki













