Yusril Ajak Media Ramai-ramai ke Lapas Cibinong: Lihat Apa yang Sesungguhnya Ada di sana

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyampaikan pernyataannya soal temuan Ombudsman RI terkait fasilitas istimewa di Lapas Kelas IIA Cibinong. (Foto: Tangkapan layar)

MAKLUMAT — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengaku telah menerima temuan Ombudsman RI, terkait dugaan adanya fasilitas istimewa di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor.

Yusril menyebut, pihaknya di Kemenko Kumham Imipas telah berkoordinasi dengan Kementerian Imipas terkait temuan tersebut. Ia juga memastikan bakal melakukan investigasi lebih lanjut secara mendalam terkait fasilitas istimewa yang diduga dipergunakan oleh warga binaan tertentu itu.

“Kami Kemenko Kumham Imipas telah melakukan koordinasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sejak kemarin sampai hari ini, sehubungan dengan temuan-temuan yang didapati oleh Ombudsman ketika melakukan sidak ke LP Cibinong kemarin,” ujarnya, dalam video pernyataan resmi yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Kamis (24/9/2026).

“Dari beberapa pemberitaan kita mengetahui bahwa Ombudsman menemukan ada sejumlah fasilitas setara apartemen mewah di sana, yang konon digunakan oleh narapidana tertentu untuk tinggal di sana. Padahal ini tidak sesuai dengan peruntukannya,” sambung Yusril.

“Mari kita melakukan investigasi terhadap soal ini dan telah dilakukan juga satu pengecekan ke dalam sejak kemarin sampai pagi ini,” tambahnya.

Baca Juga  Yusril Kebut PP Penugasan Polri, Target Rampung Januari 2026

Ajak Media Lihat Langsung ke Dalam

Yusril juga mengatakan bahwa Kementerian Imipas membuka ruang bagi media untuk turut melihat langsung Lapas Kelas IIA Cibinong tersebut, guna memastikan fasilitas seperti apa saja yang ada dan tersedia di sana.

“Pagi ini Kementerian Imipas telah memberikan kesempatan kepada media untuk beramai-ramai melihat ke dalam apa yang sesungguhnya ada di sana. Betulkah ada fasilitas setara apartemen mewah atau tidak, bangunan apa itu? Apakah itu memang bangunan yang sengaja dibuat untuk kemudian dijadikan tempat tinggal bagi narapidana yang sanggup membayar kepada petugas di sana? Ataukah memang itu adalah rumah bagi petugas pemasyarakatan yang ada di dalam LP? Ataukah itu juga merupakan fasilitas untuk asimilasi bagi warga binaan menjelang bebas dan mereka perlu asimilasi sebelum kembali ke rumahnya masing-masing atau fasilitas apa? Jadi kita tidak ingin apriori, lebih baik dilakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini,” tandasnya.

Siapkan Tindakan Tegas

Yusril menegaskan bakal mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat, jika hasil investigasi yang dilakukan ternyata sejalan dengan temuan dan dugaan Ombudsman RI.

“Sekiranya memang apa yang ditemukan oleh Ombudsman benar, maka kami tidak segan-segan mengambil satu langkah tegas terhadap petugas pemasyarakatan dan pejabat pemasyarakatan yang terlibat dalam pengadaan fasilitas-fasilitas yang tidak sesuai dengan peruntukan ini,” tegasnya.

Baca Juga  ​Yusril Usul Ambang Batas DPR Berdasar Jumlah Komisi

Sebaliknya, jika hasil investigasi tidak sesuai dengan temuan dan dugaan Ombudsman RI, ia berharap pihak Ombudsman bersedia memberikan penjelasan dan klarifikasi.

“Tapi kalau sekiranya memang tidak sesuai dengan kenyataan yang kita temukan di sana, maka kita berharap juga Ombudsman dapat memberikan klarifikasi kepada masyarakat supaya tidak timbul kesalahpahaman terhadap persoalan ini,” katanya.

Keinginan kami, lanjut Yusril, adalah melakukan segala sesuatu secara objektif dan mengajak media juga untuk melihat ke dalam, apa yang sebenarnya ada di sana.

“Dan kita berharap keterbukaan ini akan terus mendorong kami untuk memperbaiki kinerja kami,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ombudsman RI atas sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinong yang dilakukan, sehingga pihaknya dapat segera menindaklanjuti dan memastikan benar atau tidaknya temuan tersebut.

“Kami ucapkan juga terima kasih kepada Ombudsman yang telah melakukan sidak kemarin yang harus kita follow up hari ini untuk memastikan benar atau tidaknya,” pungkas Yusril.***