Gibran Mulai Terancam? Tiga Nama Disebut Masuk Bursa Wapres Prabowo 2029

Teddy Indra Wijaya, Sugiono dan Sudaryono.

MAKLUMAT— Posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon pendamping Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2029 mulai dipertanyakan. Tiga nama disebut masuk dalam pembicaraan sebagai alternatif, yakni Teddy Indra Wijaya, Sugiono, dan Sudaryono.

Wacana tersebut disampaikan jurnalis investigasi Tempo, Hussein Abri Yusuf Dongoran, saat berbincang dengan pengamat politik Hendri Satrio melalui kanal YouTube Hendri Satrio Official, Kamis (24/9/2026).

Hussein mengaku memperoleh informasi itu dari penelusuran di sejumlah lingkaran elite, termasuk Partai Gerindra, PSI, lingkungan Joko Widodo, serta kelompok relawan.

“Prabowo mungkin saja tidak mau dengan Gibran lagi. Makanya muncul tiga nama,” kata Hussein.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan spekulasi mengenai masa depan duet Prabowo-Gibran. Namun, belum ada keputusan resmi dari Prabowo, Partai Gerindra, maupun koalisi politik mengenai pergantian Gibran atau penetapan pasangan untuk Pemilu 2029. Gibran sendiri masih menjabat Wakil Presiden RI untuk periode 2024-2029.

Tiga Nama di Lingkaran Prabowo

Teddy Indra Wijaya dikenal sebagai salah satu figur yang berada dekat dengan Prabowo. Sementara Sugiono merupakan kader Gerindra yang memegang posisi penting di pemerintahan dan partai.

Adapun Sudaryono juga merupakan kader Gerindra yang memiliki kedekatan politik dengan Prabowo. Ketiganya disebut Hussein sebagai figur yang mulai masuk dalam pembicaraan terkait kemungkinan konfigurasi politik menuju 2029.

Baca Juga  Amien Rais Bongkar Dugaan Makar Besar Jokowi, Prabowo Diminta Waspada!

Namun, penyebutan nama dalam penelusuran politik belum berarti mereka telah ditetapkan sebagai calon wakil presiden.

Proses pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2029 juga masih jauh dari tahap penetapan pasangan calon.

RUU Pemilu Bisa Mengubah Peta Politik

Hussein mengaitkan dinamika tersebut dengan pembahasan perubahan regulasi pemilu di DPR, termasuk wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Menurut dia, perubahan aturan tersebut dapat memengaruhi kemampuan partai politik mempertahankan posisi sekaligus menentukan figur yang akan diusung dalam kontestasi politik berikutnya.

“Kalau PSI enggak bisa lolos, berarti kan enggak bisa mengajukan Gibran lagi,” ujar Hussein.

Pernyataan itu merupakan analisis Hussein mengenai kemungkinan dampak perubahan aturan pemilu. Besaran ambang batas yang nantinya berlaku serta mekanisme pencalonan pada Pemilu 2029 tetap bergantung pada regulasi yang berlaku.

Gerak Jokowi Ikut Disorot

Hussein juga menyoroti aktivitas Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang belakangan kembali melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Aktivitas tersebut dapat dibaca sebagai upaya menjaga daya tawar politik Jokowi dan keluarganya.

“Keliling ke daerah-daerah itu bertujuan menaikkan bargaining dirinya sendiri, termasuk bargaining untuk Gibran,” kata Hussein.

Baca Juga  Dahnil Tetap Diminta Jadi Jubir Prabowo Meski Sudah Jabat Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji

Dalam perbincangan itu, Hussein juga mengungkap hasil wawancaranya dengan Jokowi di Surakarta/Solo. Ia menyebut komunikasi antara Jokowi dan Gibran terkait urusan pemerintahan tidak berlangsung intensif.

Meski demikian, informasi mengenai komunikasi tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya keretakan politik antara Jokowi dan Gibran.

Bursa 2029 Mulai Dibuka

Pengamat politik Hendri Satrio dalam perbincangan tersebut menilai konfigurasi kekuasaan masih sangat cair. Keputusan mengenai posisi strategis dalam politik nasional kerap berubah mengikuti perkembangan menjelang momentum penting.

Kemunculan nama Teddy, Sugiono, dan Sudaryono karena itu lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari wacana politik menuju 2029.

Belum ada keputusan resmi yang menyatakan Prabowo akan mengganti Gibran sebagai calon pendampingnya.

Analisis Tiga Nama Jadi Sinyal Politik

Munculnya tiga nama tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai konfigurasi Pilpres 2029 mulai bergerak, meski tahap pencalonan masih jauh.

Setidaknya ada tiga faktor yang patut diperhatikan: hubungan elite di sekitar Prabowo, perubahan aturan Pemilu, serta kemampuan partai politik membangun koalisi dan menentukan figur yang akan diusung.

Karena itu, posisi Gibran saat ini belum dapat disebut telah digantikan. Namun, munculnya nama Teddy, Sugiono, dan Sudaryono menunjukkan bahwa skenario politik menuju 2029 mulai dibicarakan secara terbuka.

Baca Juga  Prabowo Subianto Bahagia Sambut Golkar dan PAN Gabung Koalisi KKIR

Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada keputusan resmi Prabowo, Gerindra, partai-partai koalisi, serta aturan Pemilu yang akhirnya berlaku.