MAKLUMAT – Pernyataan Joko Widodo (Jokowi) bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah membuat banyak pihak ketakutan dibaca pengamat politik sebagai sinyal persaingan baru menuju Pemilu 2029.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai PSI berpotensi membidik ceruk suara partai-partai menengah jika ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dinaikkan.
Nama PAN, PKB, Demokrat dan PKS masuk dalam partai yang dinilai perlu mencermati perkembangan tersebut karena berada pada kelompok perolehan suara menengah.
Ray mengaitkan analisis itu dengan pernyataan Jokowi yang menyebut dirinya tidak mempermasalahkan berapa pun angka parliamentary threshold, termasuk jika mencapai 8 persen.
“Kalau 8 persen yang mau ditarget, itu artinya PAN, Demokrat, PKS, PKB bisa diambil,” kata Ray, dikutip Selasa (29/9/2026).
Jokowi Sebut PT 5 hingga 8 Persen
Jokowi sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai wacana perubahan ambang batas parlemen dalam sejumlah kesempatan.
Saat merespons wacana kenaikan parliamentary threshold, Jokowi mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan angka yang nantinya ditetapkan DPR bersama pemerintah.
“Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke,” ujar Jokowi.
Jokowi juga menegaskan PSI harus fokus membangun organisasi dan bekerja keras menghadapi Pemilu 2029. Ia optimistis PSI mampu menembus parlemen meski saat ini masih berstatus partai nonparlemen.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam rangkaian kegiatan PSI setelah dirinya bergabung dengan partai tersebut. Dalam Rakorda DPD PSI Kota Bandung pada Sabtu (26/9/2026), Jokowi bahkan meminta kader tidak gentar menghadapi persaingan politik
“Ini partai baru, tapi juga hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” kata Jokowi.
Ray Rangkuti Baca Angka 8 Persen sebagai Sinyal
Ray melihat penyebutan angka 8 persen memiliki arti tersendiri dalam kalkulasi politik PSI. Menurutnya, ketika Jokowi menyatakan tidak keberatan jika ambang batas parlemen berada pada angka 5, 6, 7 hingga 8 persen, angka terakhir tersebut dapat dibaca sebagai gambaran batas persaingan yang sedang diperhitungkan.
“Artinya, mungkin target yang ingin dicapai oleh partai ini adalah di 8 persen,” terang Ray.
Dalam pembacaan Ray, apabila ambang batas parlemen benar-benar berada di level tersebut, partai dengan perolehan suara di bawahnya harus menghadapi kompetisi yang lebih ketat untuk mempertahankan basis pemilihnya.
Namun, besaran parliamentary threshold untuk Pemilu 2029 hingga kini masih menjadi bagian dari pembahasan dan belum menjadi angka final. Sejumlah partai di parlemen juga mengajukan angka berbeda, mulai dari 5 hingga 7 persen.
PSI Siap Hadapi Berapa Pun Ambang Batas
Sekretaris Jenderal DPP PSI Raja Juli Antoni sebelumnya mengatakan partainya siap menghadapi berapa pun angka parliamentary threshold yang diputuskan untuk Pemilu 2029.
“Bagi PSI, berapa pun kami siap fight di 2029,” kata Raja Juli.
Raja Juli juga mengingatkan bahwa perubahan ambang batas harus tetap memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi agar suara pemilih tidak kehilangan representasi di parlemen.
Dengan demikian, pernyataan Jokowi dan kesiapan PSI menghadapi ambang batas baru memperlihatkan bahwa partai tersebut mulai menempatkan Pemilu 2029 sebagai arena persaingan politik yang harus dipersiapkan sejak sekarang.
Analisa: Pertarungan PSI Bukan Sekadar Soal Lolos Senayan
Jika ambang batas parlemen berubah, persaingan tidak hanya berlangsung antara partai besar dan partai kecil. Partai-partai dengan basis suara menengah juga akan menghadapi perebutan ceruk pemilih yang semakin terbuka.
Masuknya Jokowi ke PSI menambah dimensi baru dalam persaingan tersebut. Namun, apakah PSI benar-benar mampu mengambil suara dari partai tertentu tetap bergantung pada perkembangan politik, kerja organisasi, calon legislatif, serta preferensi pemilih menjelang Pemilu 2029.
Karena itu, angka 8 persen yang disebut Jokowi belum dapat dianggap sebagai target resmi PSI. Angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai bagian dari pernyataan politik Jokowi yang kemudian ditafsirkan Ray Rangkuti dalam konteks persaingan antarpartai.
Yang sudah terlihat, PSI mulai menunjukkan kesiapan menghadapi berbagai skenario aturan Pemilu 2029, sementara pembahasan mengenai besaran ambang batas parlemen masih berlangsung.













