Gerindra dan PDIP Berpotensi CLBK pada 2029, Kekuatan Politik Jokowi Dinilai Melemah

gerndra-pdip

MAKLUMAT – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyatakan  kekuatan politik Joko Widodo atau yang dikenal sebagai “faksi Solo” tidak lagi sekuat saat masih memegang takhta kepresidenan.

Pernyataan tersebut merespons dinamika politik jelang Pemilihan Presiden 2029. Adi menilai, potensi bersatunya Partai Gerindra dan PDIP bukan semata-mata untuk membendung kekuatan politik Jokowi, melainkan bentuk nostalgia politik seperti pada Pemilu 2009 silam.

“Jikapun Gerindra dijodohkan berkoalisi dengan PDIP, bukan berarti untuk hadapi Solo, tapi karena CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) seperti 2009 lalu, di mana Gerindra dan PDIP duet maju pilpres,” ungkap Adi dikutip, Rabu (16/9/2026).

Potensi kerenggangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi juga turut disorot oleh peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli.

Menurut Lili, arah dukungan politik dan kepentingan terkait posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden berpotensi memicu persaingan terbuka di antara kedua tokoh tersebut pada kontestasi mendatang.

“Jika keinginan Jokowi agar tetap Gibran sebagai cawapresnya Prabowo tidak diakomodir, bisa jadi nanti keduanya akan bersaing dalam politik Pilpres 2029,” ujarnya.

​Isu kerenggangan hubungan, lanjut Lili, juga dipicu oleh langkah Prabowo yang dinilai mulai membangun pemerintahan dengan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada lingkaran politik Jokowi, termasuk perubahan posisi sejumlah figur yang beralih dari lingkaran Jokowi di pemerintahan.

Baca Juga  Jelang KTT G20 di Brasil, Prabowo Bertemu Sekjen PBB Bahas Sejumlah Isu, Termasuk Soal Palestina

Pergeseran Kekuatan Menuju 2029

Dinamika yang terjadi memperlihatkan pergeseran peta kekuasaan nasional secara signifikan. Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menyusun struktur pemerintahan mandiri tanpa ketergantungan penuh pada lingkaran lama mengindikasikan konsolidasi kekuatan baru.

Jika poros Gerindra dan PDIP benar-benar terwujud, lanskap politik 2029 dipastikan akan mengalami perubahan drastis, sekaligus menguji daya tawar politik faksi-faksi yang sebelumnya dominan.