LAZISMU dan MDMC Jatim Siapkan 3 Juta Liter Air Bersih Hadapi El Nino

LAZISMU

MAKLUMAT — LAZISMU dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur menyiapkan langkah menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Keduanya menargetkan suplai air bersih hingga 3 juta liter untuk warga di sejumlah daerah Jawa Timur.

Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, cuaca panas dan kemarau panjang diperkirakan berlangsung pada Oktober dan November 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027. Sebagian besar wilayah Jawa Timur diperkirakan mulai memasuki musim hujan secara bertahap pada Desember 2026.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, M. Rofi’i, mengatakan kondisi tersebut perlu dihadapi dengan kesiapan yang terukur. MDMC Jawa Timur telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan mengalami kekeringan.

“Kesiapsiagaan yang terukur dibutuhkan bagi semua pihak yang berkompeten dan berkepedulian terhadap fenomena El Nino di Jawa Timur. MLHPB Muhammadiyah Jatim atau yang lebih populer disebut MDMC telah memetakan titik-titik rawan kekeringan kritis di kawasan Tapal Kuda, Mataraman, hingga wilayah kepulauan Madura,” kata Rofi’i dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id pada Jumat (2/10/2026).

Baca Juga  Musim Hujan Jatim Mundur, BMKG: Baru Mulai Desember

Melalui skema One Muhammadiyah One Response (OMOR), relawan MDMC Jawa Timur akan terlibat dalam distribusi logistik dan suplai air bersih. Penanganan potensi kebakaran lahan juga masuk dalam skema kesiapsiagaan tersebut.

Rofi’i mengatakan aksi lapangan akan dilakukan bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah, LAZISMU, dan MDMC di tingkat kabupaten dan kota. Pelaksanaannya akan menyesuaikan wilayah yang mengalami kekeringan dengan tingkat yang tinggi.

“Aksi ini merupakan sinergi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah, LAZISMU dan MDMC di tingkat Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Rencana aksi akan dilakukan berdasarkan daerah dengan tingkat kekeringan tinggi,” jelas Rofi’i yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Selain distribusi air bersih, tim juga mengkaji penyediaan infrastruktur air seperti sumur dalam. Edukasi mengenai penghematan air serta kampanye pencegahan kebakaran lahan dan hutan juga disiapkan sebagai bagian dari aksi tersebut.

Perwakilan LAZISMU Jawa Timur, Aditio Yudono, mengatakan jajaran LAZISMU di Jawa Timur mulai mempersiapkan dukungan untuk menghadapi kemarau panjang. Persiapan itu dilakukan bersamaan dengan penanganan bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.

“Bismillah, di sela-sela penanganan dampak bencana gempa bumi di Flores NTT, LAZISMU se-Jawa Timur tidak ketinggalan mengantisipasi datangnya kemarau panjang, El Nino dan kekeringan di Jawa Timur. Seluruh amil LAZISMU mulai bersiap mengantisipasi kondisi kemarau panjang, kekeringan dan kekurangan air,” kata Aditio.

Baca Juga  Pemberdayaan Masyarakat hingga Bencana NTT, LAZISMU Jatim Perkuat Aksi Kemanusiaan di Momentum Kemerdekaan

LAZISMU Jawa Timur juga menyiapkan dana cadangan kesiapsiagaan bencana yang dapat digunakan ketika kondisi darurat terjadi. Dana tersebut termasuk untuk membantu penanganan kekeringan dan kekurangan air akibat kemarau panjang.

“Bersama MDMC dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), amil LAZISMU se-Jatim menargetkan suplai bantuan air bersih sebanyak 3 juta liter untuk warga masyarakat yang kekurangan air dan terdampak El Nino selama periode September hingga November 2026,” tambah Aditio.

Untuk kebutuhan jangka panjang, LAZISMU dan MDMC masih mengkaji rencana pembuatan sumur bor dan pipanisasi di sejumlah lokasi. Kajian tersebut mempertimbangkan kemungkinan keberhasilan sumber air yang akan digunakan.

Aditio mengatakan upaya lain juga diarahkan pada edukasi warga mengenai penggunaan air dan pencegahan kebakaran. Warga diimbau mengurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika suhu udara sedang tinggi.

“LAZISMU terus mengajak warga masyarakat dan umat Islam di Jawa Timur terus menebar kebaikan untuk sesama yang membutuhkan dengan mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui LAZISMU Jawa Timur. Insya Allah akan tersalurkan secara tepat sasaran,” pungkas Aditio.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki