Annual Muslim World Policies Conference 2026: Memperkuat Arsitektur Baru Kerja Sama China, ASEAN, dan Dunia Islam

Sesi panel kedua Annual Muslim World Policies Conference 2026 bertajuk "Food Security, Halal Logistics and Maritime Connectivity: Building Resilient Regional Supply Chains". (Foto: Vritta)

MAKLUMAT — Sejumlah pejabat, akademisi, dan praktisi industri mengikuti Annual Muslim World Policies Conference 2026 bertajuk “China, ASEAN, and The Muslim World: New Bridges of Economic, Cultural and Strategic Cooperation“, di Bangkok, Thailand, Selasa (20/10/2026).

Forum yang diselenggarakan oleh Centre for Muslim World Policies (CMP), Fakultas Ekonomi, Chulalongkorn University di The Grand Fourwings Convention Hotel itu, diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat arsitektur baru kerja sama trilateral antara China, ASEAN, dan dunia Islam.

Acara dibuka secara resmi melalui Welcome Address oleh Direktur CMP Assoc. Prof. Dr. Manachaya Uruyos serta Opening Remarks oleh Wakil Rektor Chulalongkorn University Assoc. Prof. Dr. Sittidaj Pongkijvorasin. Forum tersebut dibagi dalam tiga sesi panel.

Pembukaan diawali dengan pidato utama yang disampaikan oleh Duta Besar China untuk Thailand, H.E. Zhang Jianwei yang menjadi keynote speaker. Ia menekankan pentingnya pembangunan arsitektur baru untuk kemitraan strategis dan diplomasi kawasan.

Sesi selanjutnya merupakan panel pertama bertajuk “A New Trilateral Economic Architecture: China, ASEAN and the Gulf” yang dipandu Ms. Angkanang Mai Mongkol dari POTLIGHT Amarin TV. Sesi tersebut menyoroti peluang kolaborasi di bidang kesehatan, keamanan pangan, pangan fungsional, dan bioteknologi.

Baca Juga  Dua Anak Main Ayunan Pakai Kabel Charger BYD Megawatt Flash, Ini Risikonya

Panelis kunci pada sesi tersebut yakni Assoc. Prof. Dr. Sompop Manarungsan (Presiden PIM), Dr. Kirida Bhaopichitr (Wakil Menteri Perdagangan Thailand), dan Mr. Kavi Chongkittavorn (Senior Fellow ISIS), yang menekankan pentingnya membangun hubungan ekonomi tiga arah yang solid.

Dalam konteks itu, ekonomi halal menjadi jembatan strategis antara kebutuhan masyarakat Muslim, inovasi sains dan teknologi, serta peluang pasar global guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk.

Sesi panel kedua membahas “Food Security, Halal Logistics and Maritime Connectivity: Building Resilient Regional Supply Chains” dengan moderator Mr. Kitipat Chuensukjit dari Thai PBS World. Para narasumber yaitu Dr. Pornpimol Mahamad (Direktur Halal Science Center Chulalongkorn University), Mr. Kraisint Wongsurakrai (Ketua Thai-Chinese Business Association), serta Ms. Nuchjaree Pakdeecharoen (EVP Retail Banking Group Islamic Bank of Thailand).

Mereka menegaskan pentingnya transformasi standar halal menjadi penanda aras kualitas global (Global Quality Benchmark) berbasis halalan toyyiban. Dalam kesempatan itu, para narasumber juga menekankan pentingnya sinergi teknologi seperti blockchain dan skema pembiayaan syariah (Halal Financing), yang dinilai vital untuk mendukung ketahanan rantai pasok dan daya tahan UMKM di kawasan.

Baca Juga  Bertemu Putin, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia di BRICS dan Perkuat Kerja Sama Strategis

Sementara itu, pada sesi panel ketiga bertajuk “People, Technology and Cultural Diplomacy: Building the Human Capital of a Connected Asia” dipandu oleh Mr. Wuttinant Nahim dari Top News Agency, berfokus pada diskusi mengenai pengembangan modal insan dan teknologi digital.

Para pembicara yakni Assoc. Prof. Dr. Chaiwat Meesanthan (Direktur Institute of East Asian Studies Thammasat University), Ms. Kasama Kongsamak (Plt. Deputi CEO Digital Economy Promotion Agency / DEPA), dan Asst. Prof. Dr. Arm Tungnirun (Direktur Institute of Chinese Studies Chulalongkorn University), yang mengulas pentingnya integrasi inovasi teknologi, potensi lokal, serta diplomasi budaya dalam menciptakan nilai tambah yang mampan dan terhubung di Asia.

Rangkaian konferensi ditutup secara resmi melalui Closing Remarks oleh mantan Pakar Khusus Pejabat Perdana Menteri yang juga pernah menjabat Timbalan Setiausaha Agung NSC Thailand, Mr. Danai Moosa, Chairman CMP. Ia menegaskan komitmen bersama dalam merawat kolaborasi ekonomi, teknologi, dan diplomasi keberlanjutan lintas kawasan.***

*) Penulis: Vritta Amroini Wahyudi