Asosiasi MBG Indonesia Gelar Rapat, Sampaikan Sejumlah Keresahan dan Pertanyaan Usai Kasus Dadan Hindayana

Asosiasi MBG Indonesia menggelar rapat sekaligus silaturahmi dengan kurang-lebih 149 mitra pemilik SPPG atau dapur MBG, yang dilaksanakan di Kampi Hotel Tunjungan Surabaya, Ahad (21/6/2026). (Foto: Suwaiby/IST)

MAKLUMAT — Asosiasi Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus silaturahmi dengan kurang-lebih 149 mitra pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, yang dilaksanakan di Kampi Hotel Tunjungan Surabaya, Ahad (21/6/2026).

Forum tersebut turut dihadiri Ketum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Ketua Asosiasi MBG Indonesia M Turino Junaedi, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah 1 Surabaya Kusmayanti, Kepala KPPG Wilayah 2 Jember Said Karim, serta Bendahara Asosiasi Pengusaha MBG Indonesia Hj Indah.

Kegiatan tersebut menjadi forum silaturahmi antara Asosiasi MBG Indonesia, BGN Jatim, serta para mitra SPPG, sekaligus audiensi dengan mitra-mitra SPPG terkait isu-isu maupun informasi kebijakan-kebijakan terkini pemerintah berkaitan dengan program MBG ke depan.

Ketua Asosiasi MBG Indonesia M Turino Junaedi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengayomi dan mengawal usulan-usulan dari para mitra SPPG. Kegiatan sendiri berlangsung selama sekitar tiga jam, dengan paparan dari KPPG serta sesi tanya-jawab oleh para mitra yang mengirimkan perwakilan.

“Yang mayoritas merupakan pengusaha daerah di Jawa Timur, UMKM yang patungan untuk membangun dapur, yang sumber dana untuk investasi dapur ada yang mengajukan kredit bank, menjual ternak ataupun asetnya. Asosiasi sekaligus menjembatani usulan mitra ke pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga  Muhammadiyah: Dana Zakat untuk Makan Bergizi Gratis? Ini Syaratnya

Keresahan Akibat Kasus Korupsi BGN

Forum tersebut juga sengaja dibuat lantaran keresahan para mitra akibat kasus dugaan korupsi yang melibatkan para mantan pimpinan BGN terkait pelaksanaan program MBG 2025-2026, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka bersama dua tersangka lainnya.

“Karena ada kegaduhan di BGN Pusat ya tanggal 2 Juni 2026. Jadi mereka itu resah,” kata Junaedy.

Meski begitu, Junaedy menekankan bahwa para mitra BGN di daerah-daerah tetap mendukung program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut. “Ini (MBG) bagus sekali, kita dukung sekali, adanya MBG itu,” tandasnya.

Di sisi lain, Junaedi menyampaikan beberapa keresahan yang masih menjadi pertanyaan sejumlah mitra SPPG, terutama mereka yang telah terlanjur melakukan pembangunan dapur baru. “Yang pertama bagaimana nasib yang sudah bangun?” sorotnya.

Terlebih, baru-baru ini Kepala BGN Nanik S Deyang telah menegaskan tidak akan melakukan penambahan dapur SPPG kembali saat ini. Termasuk, bakal melakukan efisiensi dan meninjau kembali hingga pengurangan dapur SPPG.

“Adanya (dapur SPPG) sekarang 27.000 (akan) dijadikan 21.000. Nah, itu sudah mana saja (SPPG) yang kena,” kata Junaedi.

Baca Juga  Dana Zakat untuk MBG, Sekretaris MTT PWM Jatim: Secara Asnaf Bisa Masuk Tapi Harus Dipertanggungjawabkan

Libur Sekolah dan Suspend SPPG

Selain itu, para mitra juga mempertanyakan terkait hari libur sekolah, yang membuat dapur SPPG tak beroperasi sementara. “Terus yang ketiga itu adanya hari libur yang tidak dibayar kan begitu itu. Nah, kegaduhan, kegelisahan-kegelisahan ini kita dari asosiasi menampung,” terangnya.

Selain tiga permasalahan utama itu, Junaedy mengungkapkan adanya usulan atau permintaan supaya BGN tidak serta-merta melakukan penutupan terhadap dapur yang bermasalah, melainkan secara bertahap didahului dengan peringatan satu, dua, dan baru kemudian suspend. “Tidak bisa tiba-tiba di-suspend begitu saja,” tegasnya.

Usai menampung berbagai pertanyaan dan keserahan para mitra SPPG di daerah tersebut, Junaedi memastikan bakal berupaya untuk segera melakukan audiensi secara langsung dengan BGN. “Kita akan sampaikan secara elegan mungkin dengan minta audiensi,” tandasnya.***

*) Penulis: MS. Suwaiby