MAKLUMAT – Sekitar 50 nelayan di Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, mengikuti pembekalan kebencanaan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan itu merupakan bagian dari Sosialisasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nelayan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.
Pembekalan kepada nelayan itu diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung Kamis (30/7/2026) itu juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember serta BPJS Ketenagakerjaan Jember.
Selain mengikuti pelatihan, para nelayan menerima kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku selama satu tahun dan bantuan perlengkapan keselamatan melaut berupa pelampung, ring buoy, dan flare.
Materi yang diberikan mencakup keselamatan dan kesehatan kerja bagi nelayan, jaminan sosial ketenagakerjaan, mitigasi bencana, hingga pertolongan pertama pada kondisi darurat. BPBD Jember juga menggelar simulasi penyelamatan korban di laut untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi kecelakaan saat melaut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan, nelayan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan maupun bencana saat bekerja di laut. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko.
”Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan nelayan agar mampu mengenali potensi bahaya, melakukan tindakan penyelamatan secara benar, serta memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan lanjutan datang,” paparnya.
Dengan pengetahuan dan keterampilan tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa maupun dampak kecelakaan saat melaut.
Menurut dia, kolaborasi antara BPBD, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, DKPPP Kabupaten Jember, dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan bagi nelayan, baik melalui edukasi, jaminan sosial, maupun penyediaan peralatan keselamatan.
BPBD Jember berharap pelatihan serupa dapat diperluas ke wilayah pesisir lain di Kabupaten Jember agar semakin banyak nelayan memiliki kemampuan mitigasi bencana dan penanganan keadaan darurat saat melaut. (*)













