28.6 C
Malang
Sabtu, Maret 2, 2024
KilasDahnil Anzar: Money Politic Menjalar Akut Jadi Tantangan Kader Muda Muhammadiyah

Dahnil Anzar: Money Politic Menjalar Akut Jadi Tantangan Kader Muda Muhammadiyah

Dahnil Anzar Simanjuntak.

KALANGAN muda yang terlibat menjadi peserta, penyelenggara, maupun pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang dihadapkan pada banyak tantangan. Tantangan yang sama juga dihadapi para anak muda kader Muhammadiyah.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam acara DialektikaMu dengan topik ‘Anak Muda di Kancah Politik 2024’ yang ditayangkan tvMu. “Tantangan anak muda, khususnya kader-kader Muhammadiyah terhadap dunia politik tidak mudah, meskipun prosentase jumlah pemilih di Pemilu 2024 nanti sangat dominan dari kalangan muda,” katanya.

Menurut Dahnil, kader-kader muda Muhammadiyah tengah dihadapkan pada permasalahan pragmatisme politik di Indonesia yang sangat pelik. “Terutama dalam hal money politic yang itu sudah menjalar sangat akut dalam praktik politik di Indonesia, itu jadi tantangan besar,” terangnya.

Selain itu, Politisi Partai Gerindra itu juga mengatakan, butuh kekompakan dari warga Muhammadiyah dalam berjuang di jalur politik, dan hal itu juga menjadi sebuah tantangan tersendiri sebab tradisi politik di Muhammadiyah yang menjaga jarak terhadap partai politik (Parpol).

“Nah, jangan sampai kader-kader muda Muhammadiyah yang masuk ke dunia politik merasa seperti dikucilkan, seolah-olah seperti anak yatim, bahkan kok kayak dihindari dijauhi, seperti barang yang najis,” tegasnya.

Dahnil melanjutkan, menurut dia harus ada panduan khusus dan formulasi cara-cara tertentu untuk mendukung dan memfasilitasi kader-kader muda Muhammadiyah yang terjun ke dunia politik, dengan tidak melanggar kaidah-kaidah organisasi.

“Kita harus mendorong anak-anak muda kader-kader muda Muhammadiyah untuk tidak takut untuk berkiprah di politik, tentu dengan membawa akhlak islam yang baik, membawa core value Muhammadiyah ke parpol, bukan malah sebaliknya membawa kepentingan parpol ke Muhammadiyah. Identitas kemuhammadiyahannya tidak boleh hilang ketika berpolitik,” ujarnya. (*)

Reporter: Ubay

Editor: Aan Hariyanto

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer