20.7 C
Malang
Senin, Juni 17, 2024
KilasDjazman English Scholarship Luluskan 26 Kader Terbaik IMM

Djazman English Scholarship Luluskan 26 Kader Terbaik IMM

Ketua Umum DPP IMM Abdul Musawir Yahya.

INTERNASIONALISASI gerakan inklusif. Itulah tema penutupan program Djazman English Scholarship (DES) yang diprakarsai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Aula BAU, Universitas Muhammadiyah Malang (21/8).

Momen itu sekaligus juga menjadi penutupan Darul Arqom Paripurna (DAP) yang diikuti 26 peserta DES. Mereka terdiri dari kader-kader terbaik IMM dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah tiga bulan menjalani pelatihan bahasa Inggris dan persiapan beasiswa, diakhiri dengan mengikuti DAP.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP IMM Abdul Musyawir Yahya, Kepala Lembaga Bahasa UMM Dr. Masduki M.Pd., Kepala Pusat Pendidikan Pelatihan dan Kepemimpinan UMM Zen Amirudin, S. Sos., M. MedKom., dan Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., Wakil Rektor III UMM.

Selain itu, hadir pula Direktur Rumah Baca Cerdas (RBC) Malik Fadjar Institute Subhan Setowara MA. Selain persiapan bahasa Inggris, DPP IMM bekerja sama dengan RBC Institute dalam menyiapkan para peserta untuk mengejar beasiswa di dalam maupun luar negeri.

Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., Wakil Rektor III UMM dalam acara penutupan Djazman English Scholarship dan DAP DPP IMM.

Dr. Masduki, M. Pd. selaku Kepala Lembaga Bahasa UMM menyebutkan bahwa program ini dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas TOEFL dan IELTS. Dalam laporannya, dia menyebutkan beberapa nama yang meraih skor tertinggi serta peserta yang meraih peningkatan kemampuan bahasa Inggris paling tinggi.

”Kami awalnya mengalami kesulitan dengan peserta. Sebab, ada yang kesulitan belajar bahasa, tetapi pada akhirnya karena tekad belajar yang besar, mereka bisa mengikuti hingga akhir. Total peserta yang terdaftar ada 27 orang, yang mengikuti hingga akhir 26 orang,” terang Masduki.

Subhan menambahkan, bukan sekadar bahasa yang dipersiapkan untuk para peserta DES, melainkan juga cara mengakses beasiswa baik dalam maupun luar negeri. ”Program-program seperti ini harus bisa dikembangkan lagi,” lanjut dosen Hubungan Internasional UMM itu.

Nur Subeki yang mewakili Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan menjelaskan, program-program yang dapat membantu mahasiswa seperti ini perlu terus dilakukan dan dikembangkan. Tidak hanya IMM, bahkan seharusnya Muhammadiyah dengan Amal Usaha-Amal Usaha yang dimilikinya.

Abdul Musawir Yahya dalam pidatonya menyatakan, agenda seperti ini dilakukan IMM sebagai bagian dari upaya untuk menghadapi tuntutan zaman yang terus berkembang. ”Kalian lah nanti yang menjadi ujung tombak bagi IMM dan bangsa,” katanya.

Acara penutupan Djazman English Scholarship sekaligus Darul Arqom Paripurna DPP IMM.

Dia juga menyampaikan pesan dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D. ”Beliau menyampaikan pesan, semampunya akan membantu para peserta maupun kader yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri,” lanjut Abdul.

”Saya sebagai ketum juga memohon maaf kepada teman-teman DPP, karena begitu banyak anggaran kita yang terserap ke kegiatan ini. Namun, ini bagian ikhtiar menyiapkan kader-kader terbaik, bukan hanya untuk IMM dan Muhammadiyah, melainkan bangsa,” tutur Abdul. (*)

Reporter: Muhammad Iqbal

Editor: Mohammad Ilham

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer