Eri Cahyadi: Kota Tidak Akan Maju Jika Kepala Daerah Tidak Pernah Libatkan Perguruan Tinggi!

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat menyampaikan sambutan dalam Pengukuhan Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Surabaya Umsura), Kamis (30/4/2026). (Foto: Ubay NA/ IST)

MAKLUMAT — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi erat antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi di daerahnya.

Hal itu ia sampaikan ketika memberi sambutan dalam Pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada Kamis (30/4/2026). Mulanya, Eri menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kiprah akademik dan pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Lina Listiana MKes dalam bidang kepakaran Pembelajaran Metakognitif, serta Rektor Umsura Prof Dr Mundakir SKep Ns MKep dalam bidang kepakaran Ilmu Keperawatan.

Eri mengaku bersyukur jumlah profesor di Kota Surabaya kembali bertambah dengan dikukuhkannya Prof Lina dan Prof Mundakir. Menurutnya, hal itu akan berdampak sangat positif bagi pembangunan dan kemajuan Kota Pahlawan itu.

Alhamdulillah, saya maturnuwun, dengan dikukuhkannya profesor semakin banyak di Kota Surabaya, saya yakin Surabaya ini semakin bertambah berkah,” katanya.

Ia menandaskan bahwa setiap kegiatan di kota yang ia pimpin tersebut selalu berusaha untuk melibatkan perguruan tinggi sebagai entitas keilmuan yang dinilainya sangat penting. “Karena kegiatan-kegiatan di Surabaya itu pasti terdiri dari kegiatan dari perguruan tinggi,” sebutnya.

Bahkan, Eri menilai jika ada pemerintah daerah yang dalam kegiatannya tidak pernah melibatkan perguruan tinggi, maka daerah tersebut menurutnya tidak akan bisa maju.

Baca Juga  Di Tengah Proses Hukum, Pemkot Surabaya Pastikan Hak Korban Kekerasan Seksual Tetap Terpenuhi

“Tidak akan pernah maju sebuah kota itu kalau kepala daerahnya tidak pernah melibatkan perguruan tinggi yang ada di wilayahnya,” tegas Eri.

“Karena perguruan tinggi itu tempat-tempat ilmu, sains, dan lain-lain, yang bisa tinggal diterapkan di wilayah itu. Maka ketika diterapkan itu akan sangat jadi luar biasa,” sambungnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Eri Cahyadi juga mengaku sangat terinspirasi dari konsep triangulasi psikososial yang dipaparkan oleh Rektor Umsura Prof Mundakir, yakni integrasi antara budaya, keluarga, dan spiritualitas.

Bahkan, ia mengaku bahwa inisiatif Kampung Pancasila yang dicanangkannya di Kota Surabaya, merupakan hasil diskusi bersama Prof Mundakir.

“Beliau tadi menggabungkan budaya, keluarga, dan spiritual. Itu yang hari ini, ilmu yang beliau sampaikan ini sebenarnya diskusi dengan saya dulu pak, makanya ilmunya saya ambil menjadi Kampung Pancasila di Kota Surabaya,” kelakarnya.

“Karena budaya ini tidak mudah, tanpa pergerakan dari keluarga yang terkecil, dan tidak didampingi dan tidak dibungkus dengan spiritual yang kuat, maka tidak akan pernah itu menjadi kekuatan yang luar biasa,” imbuh Eri Cahyadi.

Ke depan, ia berharap sinergi antara Umsura dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat semakin erat, terutama dalam mendukung dan menyukseskan Kampung Pancasila.

Baca Juga  Pendidikan Digital Jadi Senjata Pemerintah Kejar Ketertinggalan Kualitas Pendidikan Nasional

“Saya berharap dengan pengukuhan ini maka Universitas Muhammadiyah bisa menjadi bagian dari Kampung Pancasila dan menunjukkan perubahan,” tandas Eri.