Erick Komala Minta Mahasiswa Tak Sekadar Berorientasi Cari Loker Setelah Lulus

Erick Komala

MAKLUMAT — Anggota DPRD Jatim Erick Komala mengingatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) agar mulai menentukan arah karier sejak masih duduk di bangku kuliah.

Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya hanya berorientasi mencari lowongan pekerjaan setelah lulus, tetapi juga memiliki tujuan yang jelas sesuai bidang keilmuan masing-masing. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 UMSURA di Gedung At-Tauhid Tower, Kamis (2/7/2026).

Dalam sambutannya, Erick Komala mengaku sering bertanya kepada mahasiswa mengenai rencana mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Dari jawaban yang ia terima, masih banyak mahasiswa yang hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan tanpa memiliki gambaran profesi yang ingin ditekuni.

Menurut dia, jawaban tersebut memang bukan sesuatu yang salah. Namun, pola pikir itu menunjukkan banyak mahasiswa belum benar-benar menyiapkan arah karier sejak awal. Padahal, masa kuliah seharusnya menjadi waktu untuk membangun kemampuan sekaligus menentukan bidang yang ingin ditekuni setelah lulus.

“Saya sering mendapat jawaban, ‘Kalau nanti sudah selesai kuliah, Pak, nanti ya cari loker’. Lalu saya tanya lowongan pekerjaan di bidang apa? ‘Apapun, Pak, saya ambil. Yang penting ada kerjaan’,” ceritanya.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jaga Daya Beli Masyarakat

Erick Komala menilai mahasiswa perlu memiliki tujuan yang lebih spesifik. Misalnya, mahasiswa keperawatan sudah memiliki gambaran ingin menjadi perawat profesional, membuka layanan kesehatan, atau memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai kompetensi yang dimiliki. Dengan begitu, proses belajar selama kuliah akan lebih terarah.

Ia mengatakan persaingan lulusan perguruan tinggi akan semakin ketat setiap tahun. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Mereka juga harus memiliki keunggulan yang membedakan diri dari lulusan lain yang memiliki latar belakang pendidikan serupa.

Menurut Erick Komala, kemampuan tersebut harus mulai dibangun sejak masih kuliah, bukan setelah wisuda. Semakin cepat mahasiswa mengenali kelebihan yang dimiliki, semakin besar peluang mereka untuk berkembang di dunia kerja maupun ketika memilih membangun usaha sendiri.

“Jadi kemampuan ini yang harus kita cari mulai dari sekarang. Karena tidak menunggu jenengan semua lulus baru cari loker. Itu sudah terlambat menurut saya. Jadi niche-nya itu sudah harus tahu. Karena akan banyak lulusan-lulusan yang sama seperti jenengan, dan bisa jadi yang lebih pintar tentunya,” katanya.

Selain berbicara mengenai karier, Erick Komala juga mengingatkan mahasiswa mengenai sikap yang harus dibawa saat menjalani KKN. Ia meminta peserta mengedepankan empati ketika berada di tengah masyarakat.

Baca Juga  Gelar Turnamen Futsal Sumpah Pemuda Cup 2025, DPD IMM Bali: Bangun Semangat Persatuan Mahasiswa

Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan mahasiswa yang hanya pandai berbicara atau merasa paling tahu, melainkan sosok yang mau mendengar dan memahami persoalan yang dihadapi warga.

Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk menghadirkan solusi. Menurutnya, setiap desa memiliki persoalan yang berbeda sehingga mahasiswa dituntut mampu beradaptasi sekaligus berinovasi sesuai kondisi di lapangan.

“Masyarakat itu tidak butuh mahasiswa yang pandai bicara, sok tahu, sok pintar, dan sok keren. Jadi harus bisa berempati. Masyarakat itu sebenarnya butuh mahasiswa yang bisa mendengar, yang hadir langsung, dan yang solutif,” ujarnya.

Erick Komala mengatakan kemampuan berinovasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika terjun ke masyarakat. Ia berharap peserta KKN tidak sekadar menjalankan program yang sudah disusun, tetapi juga mampu melihat peluang untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ditemukan selama berada di lokasi pengabdian.

Ia optimistis generasi muda memiliki kemampuan untuk menghadirkan perubahan apabila mau memanfaatkan ilmu yang telah dipelajari di kampus. Menurutnya, pengalaman selama KKN akan menjadi modal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja maupun mengabdi di tengah masyarakat.

“Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semoga KKN ini menjadi pengalaman yang terbaik, mengubah cara pandang saudara tentang arti kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” tutupnya.

Baca Juga  Mengurai Banjir di Kota Malang: Strategi Adaptif dan Terpadu

 

*) Penulis: M Habib Muzaki