MAKLUMAT — Anggota DPRD Jatim Erick Komala mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) memanfaatkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai ruang belajar yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Pelepasan KKN 2026 UMSURA di Gedung At-Tauhid Tower, Kamis (2/7/2026).
Menurut Erick Komala, KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku kuliah. Karena itu, ia berharap peserta tidak hanya datang untuk menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga meninggalkan kesan baik di tengah masyarakat.
“Yang penting intinya haruslah berbekas. Kalau menurut saya, berbekas itu apa? Berbekas itu melekat kesan jenengan-jenengan semua pada saat nanti turun ke masyarakat, ke desa, maupun ada yang ke kota-kota lain,” ujarnya.
Erick Komala mengatakan pengalaman berada di tengah masyarakat akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa setelah lulus. Ia berharap KKN justru membuat mahasiswa semakin bersemangat mengembangkan kemampuan yang dimiliki, bukan sekadar menyelesaikan program lalu kembali ke kampus.
Menurut dia, banyak persoalan di masyarakat yang tidak bisa dipahami hanya melalui teori. Mahasiswa perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar mengetahui bagaimana ilmu yang dipelajari bisa diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.
Ia menambahkan Jatim memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan hingga layanan kesehatan. Potensi tersebut, menurutnya, bisa menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu selama menjalankan KKN.
“KKN ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. KKN ini lebih ke proses belajar menjadi pemimpin yang mampu mentransfer knowledge, membantu orang lain, bekerja sama dengan masyarakat, dan mempraktikkan ilmu yang kita dapat selama ini di masyarakat. Karena nggak gampang kita bisa menerapkan teori,” katanya.
Dalam kesempatan itu Erick Komala juga menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi anggota DPRD Jatim. Ia mengaku tidak pernah memiliki cita-cita menjadi pejabat ataupun wakil rakyat. Namun, perjalanan hidup membawanya hingga dipercaya menjadi anggota legislatif.
Pengalaman tersebut sengaja ia bagikan kepada mahasiswa agar mereka tidak membatasi cita-cita. Menurutnya, kesempatan bisa datang kepada siapa saja selama mau terus belajar dan mempersiapkan diri. Karena itu, mahasiswa tidak perlu ragu untuk memiliki mimpi menjadi pemimpin di masa depan.
“Semoga di antara kalian nantinya ada yang akan jadi anggota DPR, bisa jadi bupati, bisa jadi wali kota. Karena kita nggak tahu jalannya itu, jalan garis kehidupan itu gimana. Makanya tadi saya bilang, saya tidak pernah berpikir atau bercita-cita. Ya ternyata bisa juga menjadi seorang anggota DPR atau pejabat,” jelasnya.
Erick Komala mengatakan KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin sejak dini. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan melalui jabatan, tetapi juga melalui kemampuan mendengar, bekerja sama dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Ia berharap mahasiswa memanfaatkan setiap kegiatan selama KKN untuk membangun pengalaman yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Baginya, proses berinteraksi dengan masyarakat akan membentuk cara pandang baru tentang pengabdian dan tanggung jawab sebagai calon pemimpin.
Di akhir sambutannya, Erick Komala mengingatkan mahasiswa agar selalu bersyukur dalam menjalani proses belajar. Ia mengaku sengaja menyampaikan pesan itu sebagai pelengkap pesan rektor yang mengajak mahasiswa untuk tetap bahagia selama mengikuti KKN.
“Kalau tadi Pak Rektor ngomong jangan lupa bahagia, mungkin saya berbeda. Jangan lupa bersyukur. Karena pura-pura bahagia itu berat,” tandasnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki













