MAKLUMAT — Dua gempa Venezuela berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 secara beruntun terjadi Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 164 orang, melukai lebih dari 970 orang, serta menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Caracas.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat dengan pusat gempa berada di sebelah barat Moron, sekitar 168 kilometer di barat Caracas. Hanya berselang sekitar 39 detik, gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang kawasan yang sama dengan kekuatan yang lebih besar.
Guncangan dahsyat tersebut meruntuhkan sejumlah bangunan di Caracas dan wilayah sekitarnya. Melansir laporan Reuters dan Al Jazeera, Puluhan gempa susulan juga dilaporkan terjadi setelah dua gempa utama, sehingga memperparah situasi dan menghambat proses evakuasi.
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menetapkan status keadaan darurat nasional menyusul besarnya dampak bencana. Ia juga mengumumkan penutupan Bandara Internasional Simon Bolivar di Caracas akibat mengalami kerusakan.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperingatkan gempa tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dan kerusakan yang meluas. Lembaga itu juga menyatakan dampak bencana diperkirakan menjangkau wilayah yang cukup luas.
Di tengah proses pencarian dan penyelamatan korban, ucapan belasungkawa serta tawaran bantuan kemanusiaan berdatangan dari berbagai negara.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan pemerintah AS siap memberikan bantuan. Ia menjanjikan respons yang akan berlangsung secara “besar, cepat, dan efektif” untuk membantu penanganan dampak gempa di Venezuela.
Hingga kini, tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan, sementara pemerintah Venezuela terus memperbarui data korban jiwa, korban luka, serta tingkat kerusakan akibat dua gempa besar tersebut.***














