Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers, Kenang Kiprah Panjang 42 Tahun

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi (kanan) menerima langsung Kartu Wartawan Utama Khusus dari Ketua Dewan Pers RI Prof Komaruddin Hidayat MA PhD, Kamis (13/8/2026). (Foto: Ubay NA/ IST)

MAKLUMAT — Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi menerima secara resmi Kartu Wartawan Utama Khusus yang diberikan oleh Dewan Pers RI, dalam rangkaian kegiatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), pada Kamis (13/8/2026).

Kartu Wartawan Utama Khusus tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat MA PhD dan diterima langsung oleh Haedar Nashir sebelum menyampaikan orasi ilmiah.

“Saya bersyukur kepada Allah atas segala anugerah yang dilimpahkan, berupa banyak nikmat yang tak terduga, termasuk penghargaan dan pemberian kartu wartawan utama pada hari ini dari Dewan Pers nasional,” ujar Haedar usai menerima kartu wartawan tersebut.

Ia mengaku telah mendambakan bisa memiliki kartu wartawan sejak lama, ketika berkiprah sebagai jurnalis di Suara Muhammadiyah sejak 1984. Dan kini, setelah 42 tahun lamanya Haedar menerima sesuatu yang ia inginkan itu.

“Juga berterimakasih kepada Dewan Pers di bawah pimpinan Prof Komaruddin Hidayat, saya merasa senang dan tadi sempat berbisik langsung kepada beliau, sesuatu yang saya dambakan sejak jadi wartawan adalah dapat kartu wartawan,” kelakarnya.

“Dan baru setelah perjalanan selama 42 tahun kartu tersebut saya peroleh, dari seorang tokoh penulis, pemikir, dan kader Muhammadiyah yang luar biasa, yakni Prof Komaruddin Hidayat,” sambung Haedar Nashir.

Baca Juga  Pesan Haedar untuk Presiden Terpilih, Jadikan Indonesia Lebih Progresif dan Maju

Dalam kesempatan itu, Haedar menceritakan pengalamannya ketika awal-awal bergabung sebagai wartawan Suara Muhammadiyah, yang kala itu dipimpin oleh Ajib Hamzah sebagai pemimpin redaksi.

“Jadi saya menjadi wartawan Suara Muhammadiyah tahun 1984. Menjadi wartawan betulan di Suara Muhammadiyah, media yang tertua di Indonesia, lahir tahun 1915, waktu itu pimpinan redaksinya seorang budayawan ternama juga di Yogyakarta, Pak Ajib Hamzah,” kenangnya.

Atas kiprah panjang dan dedikasi Haedar Nashir, Dewan Pers RI pada 11 Februari 2026 telah menetapkan untuk mengeluarkan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Penganugerahan dan pemberian kartu wartawan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi dan dedikasi jurnalistik, yang secara konsisten menuliskan gagasan-gagasan besar yang mendalam seputar Islam dan peradaban.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir juga sekaligus memberikan orasi ilmiah bertajuk “Pers Berkemajuan: Relasi Media, Agama, dan Semangat Kebangsaan” di hadapan para peserta, termasuk dari kalangan media nasional maupun ekosistem media jejaring Persyarikatan Muhammadiyah.***