Kerahkan 857 Personel, Polresta Sidoarjo Imbau Warga Tak Konvoi hingga Larang Sound Horeg saat Takbiran

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing. (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mennekantan pentingnya keamanan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat dalam merayakan malam takbiran menyambut Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Dalam rangka memperketat pengamanan, ia menyebut telah mengerahkan 857 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Mereka disebar di sejumlah titik rawan dan pusat keramaian di wilayah Sidoarjo, demi menciptakan suasana menyambut hari kemenangan secara kondusif dan penuh kebersamaan.

Tak cuma itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pawai atau konvoi takbiran, termasuk melarang sound horeg.

“Kita bersama Pak Bupati (Subandi) sudah menyosialisasikan kepada para camat-camat dan kepala desa. Masyarakat diimbau tak melakukan konvoi, apalagi menggunakan sound horeg,” tegas Tobing, Kamis (19/3/2026).

Tobing menyarankan agar sebaiknya perayaan takbiran dilaksanakan di masjid dan musala, serta tetap berada di wilayah domisili masing-masing. Menurutnya, hal itu sangat penting dalam rangka menjaga kondusivitas, ketertiban umum, dan meminimalisir potensi gangguan kamtibmas.

Lebih lanjut, Tobing juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan momentum malam takbir untuk kegiatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain, seperti dengan menyalakan petasan ataupun bahan peledak lainnya.

Baca Juga  Ini Dia Sunnah Saat Idulfitri, Jangan Lupa Amalkan!

“Malam takbir adalah malam yang penuh berkah. Dapat diisi dengan dzikir, doa, dan syukur. Bukan dengan aksi konvoi atau pesta petasan yang justru mengganggu ketertiban,” tandasnya.

Selain menjaga stabilitas kamtibmas, petugas juga melakukan patroli dialogis kepada kelompok masyarakat dan pemuda yang berkumpul di ruang publik guna memastikan situasi tetap kondusif.

Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) juga telah mengumumkan penetapan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut berdasarkan pada hasil Sidang Isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag RI pada Kamis (19/3/2026), di mana sebelumnya berdasarkan data hisab tidak memenuhi kriteria MABIMS sebagaimana diterapkan Indonesia, serta tidak ada satu pun yang menyatakan melihat hilal awal bulan baru ketika melakukan pengamatan (rukyatul hilal) di 117 titik lokasi se-Indonesia.

Sementara itu, Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh bertepatan dengan hari ini, Jumat (20/3/2026). Hal itu didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid, serta sudah mulai diterapkan oleh Muhammadiyah pada tahun 1447 Hijriah kali ini.

Baca Juga  Mudik Gratis Sidoarjo 2026 Berangkatkan 1.400 Pemudik, Bupati Subandi Pastikan Aman dan Nyaman